Forum Anak Sulsel Ingatkan Orang Tua Bahaya Sharenting,

  • 05 Okt 2026 08:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Fenomena sharenting atau kebiasaan orang tua mengunggah foto, video, dan identitas pribadi anak di media sosial kini menjadi perhatian serius para penggiat hak anak. Di era digitalisasi yang kian pesat, tindakan membagikan data sensitif anak secara terbuka dapat memicu berbagai risiko kejahatan siber.

Mulai dari pencurian identitas hingga potensi eksploitasi anak bersembunyi di balik unggahan yang tampak sepele. Banyak orang tua yang belum menyadari bahwa dokumen seperti Akta Kelahiran, identitas sekolah, atau foto anak yang memperlihatkan data pribadi merupakan informasi rahasia.

Anggota Klaster 1 Forum Anak Sulsel, Azzahra Zamzam Almira Jusman, mengingatkan bahaya laten dari kelalaian orang tua dalam menjaga privasi anak di dunia maya. Dikatakan, data pribadi anak adalah aset penting yang menentukan keamanan masa depan mereka. Unggahan tanpa filter dapat berdampak negatif bagi kenyamanan dan keselamatan anak.

“Menurut saya itu sangat memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak dikarenakan orang tua ini kurang memadai atau kurang memahami kondisi anak, yang di mana identitas anak ini sangat sensitif untuk disebar. Orang tua itu harus selalu mengordinasi kepada anak-anak untuk memilah-milih dan memfilter apa yang bisa diposting, apa yang bisa tidak," jelas Zahra – sapaan akrabnya kepada RRI.

Mengumbar data tersebut ke platform publik dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlindungan data pribadi anak harus dimulai dari kecermatan lingkungan keluarga sendiri.

Pandangan senada disampaikan Fasilitator Klaster 1 Forum Anak Sulsel, Muhammad Taufik. Ditegaskan pentingnya mempertimbangkan batasan privasi sebelum mengunggah konten yang melibatkan anak di media sosial. Orang tua diminta untuk bijak dan tidak mengorbankan privasi anak demi konten semata.

“Sebenarnya perhatikan juga aspek-aspek yang akan terjadi ketika kita memposting hal-hal mengenai anak. Perlu juga ada batasan-batasan dan juga perlu ada privasi anak yang perlu dilindungi. Jadi tidak seharusnya kita upload semua tentang anak," tegas Taufik. Minggu, 4 September 2026.

Forum Anak Sulawesi Selatan mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih melek digital dan berhati-hati dalam mengelola akun media sosial. Pengumbaran data anak tanpa persetujuan serta tanpa mempertimbangkan keamanan harus segera dihentikan.

Menjaga data pribadi di ruang digital merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya perlindungan anak secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kesadaran digital di kalangan orang tua, diharapkan ruang siber dapat menjadi tempat yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....