UPT PPA Dorong Pesantren Perkuat Sistem Perlindungan Anak
- 04 Okt 2026 04:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sulawesi Selatan mendorong pesantren dan lembaga pendidikan berasrama memperkuat sistem perlindungan anak. Langkah tersebut penting karena anak berada jauh dari keluarga dan berinteraksi intensif dengan lingkungan pendidikan.
Hal ini diungkapkan Kepala UPT PPA Sulsel Yessy Yoanna Ariestiani, Sabtu 3 Oktober 2026. Ia mengatakan penguatan perlindungan tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma terhadap pesantren. Menurutnya, kepercayaan besar masyarakat harus diikuti dengan sistem keamanan yang memadai.
Yessy mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter anak. Orang tua menitipkan anak dengan harapan memperoleh pendidikan yang baik sekaligus berada dalam lingkungan yang aman. Karena itu, perlindungan anak menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan. “Apa pun latar belakangnya, harapan mereka sama: anaknya aman,” ujarnya
Menurutnya, kekerasan dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan tidak hanya berupa kekerasan fisik maupun seksual. Kekerasan juga dapat berbentuk psikis, eksploitasi, perdagangan orang dan kekerasan berbasis gender online. Pelaku kekerasan juga bisa berasal dari lingkungan yang dikenal dan dipercaya anak. “Rumah, sekolah, pesantren dan lingkungan sosial seharusnya menjadi ruang aman,” katanya.
Lebih jauh, ia menilai lingkungan berasrama memiliki tantangan tersendiri dalam perlindungan anak. Anak berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, senior dan pihak lain yang memiliki posisi atau otoritas. Karena itu, penghormatan kepada guru dan pengasuh tidak boleh menghalangi anak menyampaikan ketidaknyamanan. Sistem pengaduan harus memberikan ruang aman bagi anak untuk berbicara.
UPT PPA Sulsel mendorong lembaga pendidikan menyediakan mekanisme pengaduan yang aman dan rahasia. Edukasi mengenai batas tubuh, bentuk kekerasan dan cara melapor juga perlu diberikan kepada anak. Pendidik dan pengasuh perlu mendapatkan peningkatan kapasitas dalam pencegahan serta penanganan kekerasan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat perlindungan anak sejak dari lingkungan pendidikan.
Yessy mengingatkan lembaga pendidikan tidak perlu menunggu kasus menjadi perhatian publik untuk memperbaiki sistem perlindungan. Orang tua juga perlu membangun komunikasi dengan anak dan menanyakan kondisi mereka secara terbuka. Anak harus mengetahui pihak yang dapat dihubungi ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan. “Ketika anak berani bicara, dengarkan, jangan menyalahkan,” tegas Yessy.
Masyarakat yang mengalami, mengetahui atau menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat menghubungi UPT PPA Sulsel. Layanan dapat diakses secara gratis dan rahasia melalui WhatsApp 0821 8905 9050. UPT PPA Sulsel juga menyediakan layanan pendampingan sesuai kebutuhan korban. Penguatan pencegahan dan keberanian melapor menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....