ETF Tawarkan Kemudahan Investasi pada Beragam Aset

  • 03 Okt 2026 14:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Exchange Traded Fund (ETF) atau Dana yang Diperdagangkan di Bursa, merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki karakteristik seperti reksa dana, tetapi transaksi jual belinya dilakukan di bursa seperti saham. Hal tersebut dijelaskan Adriyan Sayed - Econom and Lecturer The Indonesia Capital Market Institut dalam Obrolan Khusus Investasi Pro4 RRI Makassar edisi Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Adriyan, Exchange Traded Fund (ETF) merupakan bentuk reksa dana yang memungkinkan investor memiliki sejumlah aset atau saham dalam satu instrumen investasi. “ETF itu adalah Exchange Traded Fund atau kontrak investasi kolektif. Sebenarnya ETF sama dengan reksa dana, tetapi transaksi dilakukan seperti saham,” jelasnya.

Adriyan menjelaskan, konsep ETF dapat dianalogikan seperti “nasi campur” karena dalam satu instrumen terdapat berbagai aset. Investor tidak perlu membeli saham perusahaan satu per satu karena dana yang diinvestasikan akan dikelola berdasarkan aset acuan atau indeks tertentu.

“Dalam pengelolaannya, reksa dana maupun ETF dikelola oleh manajer investasi yang memiliki lisensi. Alokasi aset dilakukan berdasarkan ketentuan dan indeks yang menjadi acuan, sehingga investor dapat memiliki eksposur terhadap sejumlah perusahaan melalui satu instrumen”, ucap Adriyan.

Menurut Adriyan, kondisi tersebut menjadi salah satu kelebihan ETF bagi investor dengan modal terbatas. Dengan membeli satu unit penyertaan, investor dapat memiliki investasi yang terdiri atas sejumlah saham atau aset. “Kalau saya transaksi sendiri, mungkin modal saya terbatas dan hanya bisa membeli satu atau dua saham. Kalau membeli ETF, saya bisa memiliki banyak saham atau perusahaan dalam satu investasi”, ujar Adriyan.

Selain itu, terdapat perbedaan dalam mekanisme transaksi antara reksa dana konvensional dan ETF. Pada reksa dana, harga atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) dihitung berdasarkan nilai aset yang dimiliki dan diumumkan setelah proses penghitungan oleh manajer investasi.

“Sementara itu, ETF diperdagangkan di bursa sehingga harga dapat dipantau secara langsung selama jam perdagangan. Investor dapat melihat pergerakan harga ETF secara real time sebagaimana perdagangan saham”, kata Adriyan.

Adriyan menjelaskan, mekanisme tersebut membuat transparansi harga ETF lebih mudah dipantau oleh investor. Investor tidak perlu melakukan penghitungan nilai aset secara manual karena harga perdagangan ETF tersedia di pasar. Ia juga menyoroti perkembangan ETF berbasis emas yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada emas tanpa harus membeli emas fisik.

Menurutnya, investasi emas secara fisik membutuhkan modal yang relatif besar, terutama jika membeli dalam jumlah gram yang lebih banyak. Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan tempat penyimpanan serta memastikan kualitas emas yang dibeli. ETF emas, menawarkan mekanisme investasi emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas secara fisik.

“Kalau kita membeli emas fisik, kita membutuhkan dana untuk membeli satu gram atau lebih. Kemudian ada persoalan penyimpanan dan memastikan kualitas emas. Kombinasi tersebut kemudian dipertemukan dalam ETF emas,” jelasnya.

Adrian menambahkan, investasi ETF emas juga tidak memiliki mekanisme biaya menginap atau swap seperti yang dapat ditemukan pada sejumlah instrumen derivatif. Nilai investasinya tetap mengikuti pergerakan harga emas di pasar. Meski demikian, Adrian mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko. Harga ETF dapat mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan aset yang menjadi dasar investasinya. Karena itu, investor perlu memahami karakteristik, mekanisme transaksi, serta risiko sebelum menempatkan dana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....