Generasi Muda dan Tantangan Mengelola Keuangan di Era Digital
- 14 Agt 2026 18:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Kemajuan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara generasi muda mengelola keuangan. Berbagai layanan keuangan kini dapat diakses dengan mudah melalui gawai, mulai dari dompet digital, investasi online hingga layanan kredit digital. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda, khususnya dalam mengambil keputusan finansial secara bijak.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Program Acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, pada hari Kamis 13 Agustus 2026, bersama Fatmawaty Podungge, Asisten Manajer Senior OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dalam perbincangan tersebut, literasi keuangan menjadi hal penting yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu memanfaatkan berbagai layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Salah satu tantangan utama adalah keterbukaan terhadap beragam pilihan keuangan. Perkembangan teknologi membuat generasi muda memiliki banyak pilihan instrumen keuangan. Namun, banyaknya pilihan tersebut justru dapat menimbulkan kebingungan apabila tidak disertai pemahaman yang cukup. Literasi keuangan diperlukan agar mereka mampu memahami manfaat, risiko, biaya, serta konsekuensi dari setiap produk keuangan sebelum mengambil keputusan.
“Di era digital ini, generasi muda harus memiliki literasi keuangan yang baik. Jangan hanya tergiur dengan kemudahan dan banyaknya pilihan layanan keuangan, tetapi harus memahami manfaat, risiko, biaya, serta kemampuan diri sebelum mengambil keputusan. Yang paling penting adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta mengelola keuangan secara bijak agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Fatmawaty Podungge, Asisten Manajer Senior OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Tantangan berikutnya adalah kecenderungan konsumtif. Kemudahan berbelanja melalui platform digital dan e-commerce, ditambah berbagai promosi yang muncul di media sosial, dapat mendorong perilaku belanja impulsif. Generasi muda perlu mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tetap sesuai dengan kemampuan dan tidak mengganggu rencana menabung maupun kebutuhan masa depan.
Selain itu, manajemen utang digital juga menjadi perhatian. Kemudahan memperoleh kartu kredit, pinjaman online maupun fasilitas Buy Now, Pay Later (BNPL) dapat membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan untuk berutang. Tanpa pemahaman mengenai bunga, biaya, tenor, denda, serta kemampuan membayar, utang digital berpotensi menjadi beban keuangan dalam jangka panjang.
Melalui edukasi dan peningkatan literasi keuangan, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menjadi konsumen yang cerdas dan bertanggung jawab. Kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan menjadi pemicu perilaku konsumtif dan masalah keuangan.
Karena itu, membangun kebiasaan mengatur anggaran, menabung, memahami risiko setiap produk keuangan, serta berhati-hati sebelum mengambil utang menjadi langkah penting bagi generasi muda. Cerdas menggunakan teknologi harus berjalan seiring dengan cerdas mengelola keuangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....