Gubernur Sulsel Buka Jalan Mahasiswa Penghafal Alquran ke Timur Tengah
- 02 Okt 2026 12:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong hafalan Alquran tidak hanya menjadi bekal keagamaan, tetapi juga modal untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda. Salah satu yang mendapat perhatian adalah mahasiswa penghafal Alquran di Universitas Muhammadiyah Makassar yang didorong memiliki kesempatan melanjutkan studi hingga ke Timur Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri peresmian Markaz Huffadz Alquran dan Rumah Tahfidz Alquran Putri Unismuh Makassar. “Kalau mungkin harapan kita, yang di Al-Birr bisa dikirim ke Dubai juga, pertukaran atau lanjutkan kuliah S2-nya di sana,” kata Andi Sudirman, dikutip dari keterangan resminya, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurut Andi Sudirman, mahasiswa penghafal Alquran tidak cukup hanya diarahkan untuk menjaga hafalannya, tetapi juga perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan kapasitas akademik. Ia menilai akses pendidikan yang lebih luas dapat menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan spiritual dengan kemampuan keilmuan generasi muda.
Gagasan tersebut sekaligus memperluas makna pembinaan mahasiswa penghafal Alquran di lingkungan perguruan tinggi. “Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Alquran kita,” ujar Andi Sudirman.
Markaz Huffadz Alquran di Kampus Unismuh diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki hafalan Alquran sebelum memasuki perguruan tinggi. Sementara Rumah Tahfidz Alquran Putri di Gowa menjadi tempat pembinaan bagi mahasiswa atau peserta yang masih menjalani proses menghafal, sehingga pembinaan dilakukan sesuai tahapan kemampuan mereka.
Kehadiran dua fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan Alquran di lingkungan Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Andi Sudirman mengapresiasi dukungan Dr. (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory dan keluarga yang selama bertahun-tahun turut mendukung berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, serta kemanusiaan di Sulawesi Selatan.
Hubungan Syekh Khoory dengan Makassar sendiri telah berlangsung sekitar 35 tahun dan terus menjadi bagian dari kerja sama yang terjalin hingga kini. Seusai peresmian fasilitas tersebut, Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bahkan menyebut Makassar sebagai rumah keduanya, sebuah pernyataan yang menggambarkan kedekatan hubungan yang telah berlangsung lama.
Bagi Andi Sudirman, hubungan tersebut dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih luas di bidang pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap dukungan jejaring Timur Tengah tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membuka peluang pendidikan bagi mahasiswa penghafal Alquran dan mahasiswa Ma’had Al-Birr.
Kesempatan belajar di luar negeri menjadi salah satu bentuk pengembangan yang didorong pemerintah daerah melalui kerja sama tersebut. “Kalau mungkin harapan kita, yang di Al-Birr bisa dikirim ke Dubai juga, pertukaran atau lanjutkan kuliah S2-nya di sana,” kata Andi Sudirman.
Dengan adanya fasilitas pembinaan hafalan di lingkungan Unismuh, mahasiswa penghafal Alquran diharapkan memiliki ruang yang lebih mendukung untuk mengembangkan potensi mereka. Andi Sudirman menyebut para penghafal Alquran sebagai generasi pengawal Alquran yang perlu mendapatkan dukungan agar dapat berkembang di bidang keilmuan.
Peresmian Markaz Huffadz Alquran dan Rumah Tahfidz Alquran Putri tersebut juga mempertemukan sejumlah tokoh dari lingkungan Muhammadiyah dan mitra dari Uni Emirat Arab. Kegiatan itu dihadiri Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bersama rombongan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Unismuh Makassar.
Bagi Sulawesi Selatan, pengembangan mahasiswa penghafal Alquran tidak hanya berkaitan dengan penguatan pendidikan keagamaan, tetapi juga peluang memperluas akses pendidikan tinggi. “Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Alquran kita,” ujar Andi Sudirman.
Dorongan untuk membuka jalur pertukaran mahasiswa maupun pendidikan magister di Timur Tengah menjadi salah satu arah pengembangan yang muncul dari peresmian fasilitas tersebut. Dengan dukungan pembinaan Alquran dan kesempatan akademik yang lebih luas, mahasiswa penghafal Alquran diharapkan dapat membawa kemampuan keagamaan sekaligus keilmuan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....