KPU Sulsel Catat 7 Juta Pemilih, Ada Lonjakan dari Pemilih Pemula
- 02 Okt 2026 12:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Komisi Pemilihan Umum atau KPU Sulawesi Selatan mencatat jumlah pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026 telah mencapai 7.044.182 orang. Dari penambahan tersebut, pemilih pemula menjadi salah satu kelompok yang banyak masuk dalam pembaruan data pemilih di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Sulsel Romy Harminto mengatakan jumlah pemilih tersebut bertambah 30.471 orang dibandingkan PDPB Triwulan II 2026. “Jumlah pemilih di Sulsel setelah dimutakhirkan bertambah 30.471 orang, dari total sebanyak 7.044.182 pemilih terdiri 3.430.322 pemilih laki-laki dan 3.613.860 pemilih perempuan,” kata Romy dalam rapat pleno terbuka di Aula Kantor KPU Sulsel, Makassar, Kamis 1 Oktober 2026.
Kenaikan tersebut setara sekitar 0,43 persen dibandingkan data Triwulan II yang masih berada di angka 7.013.711 pemilih. Romy menjelaskan penambahan itu terdiri dari 16.134 pemilih laki-laki dan 14.337 pemilih perempuan, dengan dinamika data terus berlangsung mengikuti perubahan administrasi kependudukan.
Menurut KPU Sulsel, perubahan data tidak hanya berasal dari warga yang baru masuk sebagai pemilih. Proses PDPB juga mencakup perubahan elemen data, perpindahan domisili hingga pencermatan terhadap pemilih yang sudah Tidak Memenuhi Syarat atau TMS, sebagaimana dijelaskan Romy bahwa pemutakhiran harus mengikuti kondisi faktual dan administrasi kependudukan.
Dari sisi persebaran, Kota Makassar masih menjadi daerah dengan jumlah pemilih paling banyak di Sulsel, yakni 1.087.730 orang. “Kota Makassar tercatat memiliki pemilih terbanyak yakni 1.087.730 pemilih, disusul Kabupaten Bone 626.014 pemilih, dan Kabupaten Gowa 607.766 pemilih,” kata Romy.
Sementara itu, jumlah pemilih paling sedikit tercatat di Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 107.095 orang, kemudian Kota Parepare 115.870 orang dan Kota Palopo 132.425 orang. Romy menyebut perbedaan jumlah tersebut menggambarkan sebaran penduduk dan dinamika data pemilih yang terus diperbarui di masing-masing daerah.
Pada periode pemutakhiran kali ini, Kabupaten Gowa menjadi daerah dengan tambahan pemilih terbesar sebanyak 4.576 orang, disusul Makassar 4.017, Maros 3.293, Bone 2.875 dan Luwu Timur 2.509 pemilih. KPU Sulsel mencatat rata-rata penambahan tersebut berasal dari pemilih pemula yang mulai memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar pemilih.
Romy menegaskan setiap masukan terkait data pemilih harus ditindaklanjuti apabila disertai dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan. “Setiap saran perbaikan dan masukan yang disampaikan oleh Bawaslu maupun stakeholder terkait perlu dicermati dan ditindaklanjuti,” tutur Romy.
Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data sekaligus memastikan proses pemutakhiran tidak hanya bersandar pada pencatatan administratif. “Sepanjang didukung data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan, hal tersebut harus menjadi bahan bagi KPU kabupaten kota dalam melaksanakan pemutakhiran data berikutnya,” ujarnya.
Romy mengatakan PDPB merupakan upaya KPU menjaga daftar pemilih agar tetap komprehensif, akurat dan mutakhir. “Setiap masukan yang disertai data pendukung menjadi bahan pencermatan bagi KPU untuk memastikan perubahan data dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Keterlibatan Bawaslu, instansi pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat juga menjadi bagian dari proses tersebut. Romy menilai partisipasi berbagai pihak diperlukan agar setiap perubahan data, termasuk data pemilih pemula, dapat dicermati berdasarkan informasi dan dokumen yang valid.
Hasil PDPB Triwulan III 2026 selanjutnya menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan pemutakhiran pada Triwulan IV. “PDPB merupakan proses yang berkelanjutan,” ujar Romy, sehingga data yang telah direkap masih dapat kembali dicermati apabila terdapat informasi baru atau perubahan status pemilih yang memenuhi ketentuan.
Dengan jumlah pemilih yang telah menembus 7 juta orang, pembaruan data menjadi pekerjaan yang terus berjalan bagi KPU Sulsel dan jajarannya di 24 kabupaten/kota. Romy menegaskan koordinasi, monitoring dan supervisi akan terus dilakukan untuk memastikan perubahan data pemilih, termasuk masuknya pemilih pemula, tetap tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....