UPT PPA Sulsel Ingatkan Kekerasan Bisa Terjadi di Lingkungan Terdekat
- 01 Okt 2026 19:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sulawesi Selatan mengingatkan masyarakat terhadap potensi kekerasan di lingkungan terdekat. Pesan ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah pemberitaan dugaan kekerasan terhadap santri di berbagai daerah. Kepala UPT PPA Sulsel Yessy Yoanna Ariestiani mengatakan perlindungan anak harus diperkuat di setiap lingkungan. Menurutnya, kewaspadaan diperlukan tanpa memberikan stigma terhadap lembaga pendidikan tertentu.
Yessy mengatakan pesantren dan lembaga pendidikan berasrama memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak. Karena itu, lingkungan pendidikan harus memastikan anak berada dalam kondisi aman selama mengikuti proses pendidikan. Orang tua menitipkan anak dengan harapan memperoleh pendidikan sekaligus perlindungan. “Orang tua menitipkan amanah, kepercayaan dan harapan,” ujarnya, 1 Oktober 2026
Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya berbentuk fisik maupun seksual. Bentuk kekerasan juga dapat berupa kekerasan psikis, eksploitasi, perdagangan orang hingga kekerasan berbasis gender online. Pelaku juga tidak selalu merupakan orang asing. “Kekerasan dapat dilakukan orang yang dikenal, dekat, dipercaya, bahkan memiliki otoritas,” katanya.
Ia menilai rumah, sekolah, pesantren dan lingkungan sosial semestinya menjadi ruang aman bagi anak. Namun, kedekatan dengan seseorang tidak boleh menghilangkan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan. Sistem perlindungan perlu dibangun agar anak merasa aman menyampaikan pengalaman yang membuatnya tidak nyaman. “Yang dibangun bukan ketakutan, tetapi sistem perlindungan yang aman,” jelas Yessy.
Lingkungan berasrama membutuhkan perhatian khusus karena anak berada jauh dari keluarga. Anak juga berinteraksi intensif dengan pendidik, pengasuh, senior dan pihak lain yang memiliki otoritas. Penghormatan kepada guru dan pengasuh tetap penting, tetapi tidak boleh membuat anak takut berbicara. Edukasi mengenai batas diri dan mekanisme pengaduan perlu diberikan secara berkelanjutan.
UPT PPA Sulsel mengajak lembaga pendidikan memperkuat pencegahan tanpa menunggu kasus menjadi viral. Lembaga pendidikan didorong menyediakan mekanisme pengaduan yang aman dan rahasia serta meningkatkan kapasitas pendidik dan pengasuh. Orang tua juga diminta membangun komunikasi terbuka dengan anak mengenai pengalaman mereka di sekolah atau pesantren. “Kita tidak perlu menunggu kasus menjadi viral untuk memperbaiki sistem,” tegas Yessy.
UPT PPA Sulsel mengajak masyarakat yang mengalami atau mengetahui dugaan kekerasan untuk mencari pertolongan. Layanan UPT PPA Sulsel dapat diakses secara gratis dan rahasia melalui WhatsApp 0821 8905 9050. Masyarakat juga dapat mendatangi layanan UPT PPA Sulsel di Jalan Hertasning VI Nomor 1, Makassar. Langkah cepat dan keberanian melapor dinilai penting untuk memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....