Jufri Rahman Usulkan Lima Gerakan Masyarakat Adat
- 30 Sep 2026 22:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengusulkan lima gerakan bagi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) menghadapi perubahan zaman. Lima gerakan itu meliputi regenerasi adat, ekonomi berbasis budaya, digitalisasi budaya, pelestarian lingkungan, dan diplomasi budaya Nusantara.
Hal ini disampaikan Jufri Rahman dalam Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) VIII Sulsel 2026 di Hotel Claro Makassar. Menurutnya, lima gerakan MATRA ini sangat penting dalam menghadapi perubahan zaman, “Pertanyaannya, apa yang akan dilakukan oleh MATRA sepuluh tahun ke depan,”ujarnya
Ia menyatakan tantangan masyarakat adat kini berbeda dibanding satu dekade lalu. Perkembangan teknologi dan globalisasi memengaruhi cara generasi muda mengenal serta menjalankan budaya. Karena itu, masyarakat adat perlu terlibat dalam membentuk masa depan berbasis kearifan Nusantara. Regenerasi menjadi langkah awal agar adat tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Menurut Jufri, generasi muda perlu dilibatkan langsung dalam aktivitas budaya. Mereka tidak cukup hanya mengenal adat melalui buku maupun kegiatan seremonial. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi. “Jadikan anak muda kita sebagai pelaku, bukan sebagai penonton,” ujarnya, Selasa 29 September 2026
Gerakan kedua diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis budaya. Jufri menilai warisan budaya perlu dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Nilai ekonomi tersebut dapat diperoleh melalui pengembangan produk budaya dan ekonomi kreatif. “Warisan budaya harus mampu menciptakan kesejahteraan,” katanya.
Gerakan ketiga adalah digitalisasi budaya melalui dokumentasi berbagai pengetahuan adat. Bahasa, seni, sejarah, permainan tradisional, kuliner, dan kearifan lokal dinilai perlu diarsipkan secara digital. Dokumentasi diperlukan agar pengetahuan tersebut tetap dapat diakses generasi berikutnya. “Jangan sampai generasi masa depan mengenal budaya Nusantara dari pihak lain,” ujarnya.
Gerakan keempat adalah pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan pengetahuan ekologis masyarakat adat. Jufri menilai kearifan lokal dapat mendukung upaya menghadapi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Gerakan kelima berupa diplomasi budaya Nusantara untuk memperluas jejaring kebudayaan. Ia mendorong MATRA berkolaborasi dengan berbagai organisasi budaya, termasuk Dunia Melayu Dunia Islam.
Jufri meminta peringatan satu dekade MATRA tidak berhenti sebagai seremoni. Ia mengajak masyarakat adat menjadikan dekade berikutnya sebagai momentum pemberdayaan dan aksi nyata. “Mari kita jadikan sepuluh tahun kedua sebagai dekade kebangkitan masyarakat adat,” tandasnya. FABN VIII Sulsel 2026 berlangsung 27-29 September dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemangku adat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....