PSM Resmi Dimulai, 1.000 Pelajar Sulsel Diajak Biasakan Menabung Sejak Dini
- 25 Sep 2026 07:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Program Pelajar Sulsel Menabung (PSM) resmi dimulai dengan menyasar 1.000 pelajar SMA dan sederajat. Program ini melibatkan 20 sekolah di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Selain pelajar, sebanyak 100 pembina dari sekolah peserta turut dilibatkan. Program berlangsung selama dua bulan dengan mengusung tema “Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan Negeri”.
Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulawesi, Maluku dan Papua itu ditandai penabuhan gendang oleh Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman. Kick Off dan Training of Trainers (ToT) berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis 24 September 2026. Jufri mengapresiasi program tersebut sebagai bagian dari edukasi keuangan sekaligus pembentukan karakter pelajar. “Menabung itu merancang masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi karakter,” katanya.
Menurut Jufri, kebiasaan menabung tidak sekadar menyisihkan uang, tetapi juga melatih pelajar mengendalikan keinginan. Kebiasaan tersebut mengajarkan penentuan prioritas, perencanaan masa depan, dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi. Karena itu, guru yang menjadi pembina diharapkan menjadi penggerak kebiasaan menabung di sekolah masing-masing. “Mari kita jadikan menabung sebagai budaya. Jadikan sekolah menjadi ruang pertama anak belajar untuk mengelola masa depannya,” pungkasnya.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku dan Papua Fuad Zaen mengatakan PSM merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga dan instansi. Program tersebut melibatkan LPS, OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, PSM menjadi program pertama yang dilaksanakan di Indonesia dengan sasaran pelajar. “Dengan kolaborasi lintas lembaga dan instansi, LPS bersama OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta stakeholder terkait, untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar,” ungkapnya.
Fuad menjelaskan PSM juga akan diisi dengan kompetisi menabung bagi para peserta. Konsepnya mengadopsi Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menabung yang selama ini dikenal dalam kegiatan Pramuka. Para pelajar akan mengikuti rangkaian program sekaligus memperoleh apresiasi sesuai kategori penilaian yang ditetapkan. Kegiatan tersebut diharapkan mendorong kebiasaan menabung secara konsisten di lingkungan sekolah.
Fuad menyebut inklusi keuangan di Sulawesi Selatan pada 2026 telah mencapai 94,27 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masih berada pada angka 61,03 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penguatan edukasi keuangan sejak usia sekolah perlu dilakukan. Program PSM diharapkan menjadi salah satu langkah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar.
Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan LJK OJK Sulselbar Arif Machfoed turut mengapresiasi pelaksanaan PSM. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto juga menyatakan dukungan terhadap program tersebut. “Bank Indonesia sangat mendukung program ini. Lewat program ini tidak hanya belajar untuk menyimpan uang, namun mengajarkan merencanakan lebih bijak,” kata Bayu. Program ini diharapkan berkembang menjadi budaya pengelolaan keuangan di sekolah dan memperkuat literasi keuangan generasi muda Sulsel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....