Produksi Cabai Sulsel Tetap Stabil Ditengah El Nino
- 30 Sep 2026 22:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Produksi cabai Sulawesi Selatan tetap terjaga di tengah kondisi El Nino. Walaupun begitu, permintaan cabai dari luar daerah yang tinggi menyebabkan harganya menjadi naik. Hal ini diungkapkan Hal ini diungkapkan, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hortikultura , pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel Sarijuddin.
Menurutnya, produksi cabai dari Januari – Agustus mencapai 30.860 ton, dengan jumlah konsumsi masyarakat sekitar 17.300 ton per tahun. Dengan demikian, terdapat surplus produksi sekitar 13.560 ton. “Artinya ini poduksi mencukupi ke masyarakat, namun disatu sisi tingginya permintaan juga menyebabkan harganya naik, tapi inikan ada surplus,” ujar Sarijuddin, Rabu 30 September 2026
Lanjut Sarijuddin , cabai menjadi salah satu komoditas yang dibahas dalam rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Kenaikan harga cabai terjadi di sejumlah daerah akibat kekeringan dan dampak El Nino. Kondisi tersebut juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulsel. Namun, produksi cabai di daerah sentra masih tersedia.
Ia mengatakan sejumlah wilayah sentra cabai rawit di Sulsel masih mengalami panen. Produksi yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus permintaan dari luar daerah. Tingginya permintaan dari luar Sulsel membuat sebagian hasil panen dikirim ke provinsi lain. “Di Sulsel produksi cukup, bahkan masih ada panen di beberapa wilayah sentra,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi El Nino tetap memberikan dampak terhadap produksi cabai. Namun, petani masih melakukan penanaman untuk menjaga keberlanjutan pasokan. Panen berikutnya diperkirakan berlangsung pada November 2026. Hasil panen tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sarijuddin menjelaskan petani cenderung menjual cabai ke luar provinsi karena harga yang ditawarkan lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketersediaan cabai di sejumlah daerah, termasuk Makassar, berkurang. “Petani lebih memilih menjual produksinya ke luar provinsi karena harga lebih tinggi,” katanya. Pengiriman antardaerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan cabai di pasar lokal.
Pemerintah Sulsel terus memantau produksi dan distribusi cabai untuk menjaga ketersediaan pasokan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca terhadap produksi sekaligus menjaga stabilitas harga. Pemerintah juga mendorong petani mempertahankan pola tanam agar pasokan tetap tersedia. “Kami berharap produksi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Sarijuddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....