Strategi Orang Tua Membentuk Karakter Anak sejak Dini
- 30 Sep 2026 11:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Akademisi sekaligus penceramah, Prof. Rahmi Damis, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini. Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Makassar, Selasa, 30 September 2026, disampaikan setiap anak yang lahir ke dunia membawa fitrah yang suci, sehingga pendidikan dan pengawasan dari lingkungan keluargalah yang akan menentukan arah masa depan mereka.
“Karena anak ini yang diamanahkan oleh Allah SWT kepada kita. Maka tentunya kita harus mengarahkan ataukah mendidik anak kita sesuai dengan tujuan ataukah amanah yang diberikan oleh Allah SWT,” jelas Prof. Rahmi.
Membimbing anak agar tetap berada pada jalur ibadah merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spritual atas amanah yang telah dititipkan oleh Allah SWT. Prof. Rahmi menerangkan bahwa proses pembentukan karakter anak idealnya dimulai sejak dalam kandungan melalui kebiasaan-kebiasaan positif.
Ibu hamil diimbau untuk memperbanyak bacaan ayat suci Al-Qur'an serta melantunkan doa-doa keselamatan dan keberkahan bagi calon buah hatinya. Kebiasaan spiritual ini dinilai menjadi pondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Lebih lanjut, Prof Rahmi menyoroti masa emas pembentukan kedisiplinan dan mental anak yang berada pada rentang usia sekolah dasar (SD). Pada fase ini, anak memiliki potensi akal yang siap menyerap berbagai informasi dan keteladanan dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penanaman disiplin ibadah seperti salat perlu dibiasakan secara konsisten sejak usia tujuh tahun.
Menghadapi tantangan era modern, Prof. Rahmi mengingatkan agar orang tua tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan materi, seperti memberikan fasilitas gawai atau kendaraan. Pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan pergaulan anak menjadi hal yang jauh lebih krusial untuk mencegah keterlibatan dalam tindakan negatif, seperti tawuran maupun pergaulan bebas. Orang tua dituntut aktif memantau aktivitas gawai anak walau mereka sedang berada di dalam kamar.
Memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), anak akan mengalami pergolakan emosi dan perkembangan kejiwaan yang belum stabil. Pada fase krusial ini, orang tua diimbau tidak boleh lengah dan harus memberikan perhatian serta kasih sayang secara seimbang. Kasih sayang dan komunikasi yang bijak jauh lebih efektif dalam membimbing remaja dibandingkan sekadar pemenuhan materi semata.
Sebagai penutup, Prof. Rahmi mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan keselamatan putra-putri mereka dan cermat dalam memilih lingkungan pendidikan. Sinergi antara pendidikan di sekolah dan pengawasan ketat namun penuh kasih sayang di rumah menjadi kunci utama mencetak generasi muda yang saleh, disiplin, dan berbakti kepada orang tua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....