Jelang Hari Santri 2026, Pesantren Pinrang Matangkan Sejumlah Agenda
- 29 Sep 2026 20:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pinrang mulai mematangkan berbagai persiapan bersama seluruh pondok pesantren. Koordinasi tersebut tidak hanya membahas rangkaian kegiatan Hari Santri, tetapi juga menyentuh penguatan tata kelola dan pengelolaan data pesantren.
Pembahasan itu berlangsung dalam pertemuan FKPP Kabupaten Pinrang di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, Selasa 29 September 2026. Pertemuan dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang Marwan Djalil, jajaran pengurus FKPP, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Pinrang.
Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara Kementerian Agama dan pengelola pesantren di Pinrang. “Koordinasi seperti ini penting agar program kepesantrenan dapat berjalan secara terarah dan setiap lembaga memiliki pemahaman yang sama,” kata Marwan Djalil.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan ialah pemutakhiran data EMIS (Education Management Information System) pada masing-masing pondok pesantren. Marwan menekankan, data tersebut tidak sekadar berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi dasar dalam pembinaan, perencanaan program, hingga penyusunan kebijakan pendidikan keagamaan.
Karena itu, setiap pesantren diminta memastikan data EMIS diperbarui secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. “Data yang valid sangat diperlukan supaya kondisi dan perkembangan masing-masing pondok pesantren dapat tergambar secara objektif,” ujar Marwan.
Selain persoalan data, FKPP bersama jajaran pesantren juga membahas persiapan pelaksanaan Shalat Istisqa yang akan digelar serentak pada 6 Oktober 2026. Pelaksanaan di masing-masing pondok pesantren itu menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan untuk menyemarakkan rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Pinrang.
Shalat Istisqa tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangkaian Hari Santri. “Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi para santri, pengasuh, ustaz dan ustazah, serta keluarga besar pesantren untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT,” kata Marwan.
Melalui Shalat Istisqa, keluarga besar pondok pesantren akan memohon rahmat berupa turunnya hujan, keberkahan, dan keselamatan bagi masyarakat. Marwan juga mengajak seluruh pengurus FKPP dan pimpinan pesantren untuk menjaga komunikasi agar agenda yang telah disiapkan dapat terlaksana secara tertib.
Koordinasi yang dilakukan FKPP Pinrang juga menunjukkan bahwa persiapan Hari Santri tidak hanya berfokus pada acara peringatan. “Kami berharap seluruh pimpinan pondok pesantren dapat bersama-sama menyukseskan agenda yang telah disiapkan,” tutur Marwan.
Bagi pesantren, momentum Hari Santri menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan peran lembaga pendidikan keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Pertemuan FKPP di Pinrang pun diarahkan untuk menjaga sinergi tersebut agar kegiatan pesantren dapat berjalan lebih terkoordinasi.
Dengan koordinasi antarpesantren yang terus diperkuat, rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Pinrang diharapkan berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi santri maupun keluarga besar pondok pesantren. Pada saat yang sama, penguatan tata kelola dan validasi data menjadi bagian penting agar peran pesantren dapat terus berkembang di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....