Tradisi Bunga Male Warnai Maulid Nabi 1448 H di Kabupaten Luwu
- 03 Sep 2026 13:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Luwu - Tradisi Bunga Male atau telur Maulid turut mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu di Masjid Agung Belopa, Selasa, 1 September 2026. Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, kerukunan, serta persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Luwu, Patahudding, menyerahkan telur Maulid atau bunga Male kepada para santri Tahfidzul Qur’an Ma’had Qori sebagai bagian dari tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dzakir Khafadi, santri Tahfidzul Qur’an Ma’had Qori Sulawesi Selatan. Selanjutnya, hikmah Maulid disampaikan oleh Ustadz Muhammad Takdir Asran.
Bupati Luwu, Patahudding, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahun merupakan momentum untuk mengenang kembali kelahiran Rasulullah SAW sebagai pembawa amanah ajaran dan nilai-nilai agama Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadis.
“Semoga melalui momen peringatan ini, kita memohon ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa dijauhkan dari segala aral rintangan dan bencana yang datang silih berganti di berbagai daerah, sekaligus kita dilapangkan dan dimudahkan dalam berbagai urusan pemerintahan dan pembangunan untuk menuju masyarakat Kabupaten Luwu yang maju, bermartabat dan berkarakter,” ujar Bupati Luwu.
Menurut Patahudding, peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan, kerukunan, persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai tokoh moderasi dan toleransi terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ajaknya.
Tradisi Bunga Male yang hadir dalam peringatan tersebut menjadi salah satu bagian dari budaya masyarakat dalam memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW. Penyerahan telur Maulid kepada para santri turut melengkapi rangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai keagamaan dan kebersamaan tersebut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda, para perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, serta Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kabupaten Luwu diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat penerapan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial, pemerintahan, dan pembangunan di Kabupaten Luwu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....