Desa Bulu Cindea Andalkan Kolaborasi Atasi Efisiensi Anggaran Desa

  • 22 Sep 2026 11:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, mengandalkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan di tengah efisiensi anggaran. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan yang telah direncanakan tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Made Ali, Kepala Desa Bulu Cindea dalam perbincangan bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Selasa, 22 September 2026 mengatakan efisiensi anggaran berdampak terhadap sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan melalui musyawarah dan Musrenbang. “Imbas dari efisiensi anggaran ini sangat luar biasa. Yang kami sudah musyawarahkan, musrenbangkan untuk kegiatan tahun ini, tentunya terhambat dengan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah desa kemudian mencari alternatif melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia serta mengembangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Bulu Cindea.

Kerja sama dengan perguruan tinggi mencakup sejumlah bidang, termasuk pengelolaan sampah, penghijauan mangrove, dan pengembangan UMKM. Pemerintah desa menggandeng Universitas Muslim Maros untuk program pengelolaan sampah, Universitas Hasanuddin untuk penghijauan dan revitalisasi kawasan mangrove, serta Universitas Negeri Makassar untuk pelatihan dan pengembangan usaha UMKM.

Kepala Desa Bulu Cindea menjelaskan pelatihan bagi pelaku UMKM mencakup edukasi, penggunaan alat, hingga pemanfaatan aplikasi untuk pemasaran. “Kita lakukan pelatihan, terus juga sosialisasi, bahkan ada edukasi alat ataupun terkait masalah aplikasi. Untuk bagaimana pengetahuan daripada UMKM ini bisa berkembang, tentunya juga bisa memasarkan produk mereka secara online,” katanya.

Untuk memastikan hasil pelatihan terus diterapkan, pemerintah desa menyiapkan pemuda setempat sebagai pendamping pelaku UMKM. Pemuda yang telah mendapatkan pelatihan tersebut akan membantu masyarakat mengembangkan usaha, sementara pemerintah desa memberikan dukungan melalui insentif yang bersumber dari pendapatan asli desa melalui BUMDes.

Selain mendukung UMKM, BUMDes juga berperan membantu kelompok penggaraman yang beranggotakan sekitar 218 orang. BUMDes membeli hasil produksi garam masyarakat dengan harga standar untuk mengantisipasi penurunan harga akibat tingginya produksi dan menjaga pendapatan petani garam.

Pemerintah Desa Bulu Cindea juga bekerja sama dengan pengusaha garam beryodium untuk menjaga keberlanjutan produksi. “Untuk sementara kami menampung semua hasil, kita gudangkan daripada hasil garamnya ini, karena memang kami ada kerja sama juga dengan pengusaha terkait dengan garam yodium,” ujar Kepala Desa Bulu Cindea.

Di bidang infrastruktur, pemerintah desa menggandeng PT Semen Tonasa untuk membangun jalan sepanjang sekitar 400 meter dengan lebar empat meter. Pembangunan tersebut memanfaatkan material sisa semen yang telah mengeras dan tidak menggunakan anggaran APBD maupun dana desa. “Alhamdulillah kami membangun jalanan pererasan kurang lebih 400 meter dengan lebar 4 meter. Itu juga kami membuat proposal ke Tonasa, jadi tidak ada anggaran sama sekali dari APBD maupun dana desa,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....