Di Tengah Isu BBM dan LPG, ASN Kemenag Maros Diminta Bijak Bermedsos

  • 18 Sep 2026 08:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sejumlah persoalan yang menyentuh kebutuhan masyarakat belakangan ramai menjadi perbincangan di media sosial. Mulai dari antrean pengisian BBM, gangguan pasokan air bersih dari PDAM, hingga kelangkaan LPG memunculkan beragam komentar dari warga.

Situasi tersebut turut menjadi perhatian di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Maros. ASN Kemenag Maros diminta tetap bijak bermedsos dan tidak ikut memperkeruh persoalan melalui unggahan maupun komentar di ruang digital.

Pesan itu disampaikan Kasubbag TU Kemenag Maros, Abdul Kadir, saat memberikan amanat dalam upacara penghormatan Bendera pada Kamis, 17 September 2026. Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan publik tersebut sedikit banyak dapat bersinggungan dengan pelaksanaan tugas ASN.

“Sedikit banyak, persoalan ini mempengaruhi tugas kita sebagai ASN,” ucap Abdul Kadir. Karena itu, sikap ASN ketika menggunakan media sosial perlu tetap memperhatikan posisi dan tanggung jawab sebagai bagian dari pemerintah.

Abdul Kadir juga meminta jajaran Kemenag Maros tidak membuat unggahan yang dapat menyudutkan pihak tertentu. “Meskipun begitu, jangan memposting sesuatu di Medsos yang menyudutkan pihak tertentu. Karena kita harus menyadari posisi. Kita bagian dari pemerintah,” lanjutnya.

Imbauan untuk bijak bermedsos tersebut tidak hanya berkaitan dengan pilihan kata atau isi unggahan. Menurut Abdul Kadir, ASN juga perlu menjaga ketertiban serta reputasi pemerintah dan tetap menghargai berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

Di tengah derasnya arus informasi, media sosial memang menjadi ruang yang mudah digunakan untuk menyampaikan pendapat. Namun bagi ASN, penggunaan platform digital juga berkaitan dengan tanggung jawab kedinasan sehingga setiap unggahan perlu dipertimbangkan dengan baik.

Selain mengingatkan soal etika bermedia sosial, Abdul Kadir menyoroti penggunaan Barang Milik Negara atau BMN di lingkungan Kemenag Maros. Ia meminta seluruh jajaran memanfaatkan fasilitas negara sesuai dengan peruntukannya.

Penertiban pemanfaatan BMN menjadi bagian lain yang ditekankan dalam amanat tersebut. Fasilitas milik negara, menurut Abdul Kadir, perlu digunakan secara bertanggung jawab agar tetap mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan untuk bijak bermedsos dan tertib menggunakan BMN menjadi pengingat bagi ASN Kemenag Maros untuk menjaga sikap, baik di ruang digital maupun dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Di tengah berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, ASN tetap dituntut menjalankan tugas secara tertib serta menjaga tanggung jawab sebagai bagian dari pemerintah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....