Dari Penyiar Radio hingga Wali Kota, Appi Bagikan Resep Sukses ke Mahasiswa
- 17 Sep 2026 20:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memotivasi mahasiswa baru Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kapasitas diri, karakter kepemimpinan, dan jejaring yang bermanfaat bagi masa depan. Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kuliah umum bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026 di Universitas Cokroaminoto Makassar, Rabu 16 September 2026.
Di hadapan civitas akademika dan mahasiswa baru, Appi mengatakan masa awal perkuliahan merupakan fase penting untuk menentukan arah perjalanan seseorang. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu aktif dalam organisasi, berinteraksi secara sosial, dan membangun jejaring.
“Di sinilah letak dasar dari mana mahasiswa baru menentukan ke mana arah yang akan ditempuh, ke mana jalan yang akan kita jalani, dan mau jadi apa kita setelah itu,” kata Appi.
Orang nomor satu di Kota Makassar itu mengingatkan mahasiswa agar tidak alergi terhadap organisasi kampus. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan sekaligus membentuk karakter.
“Leadership ini tidak hanya bisa didapatkan dari bangku kuliah. Salah satu pengalaman itu adalah organisasi, organisasi kampus yang membentuk karakter kepemimpinan,” tuturnya.
“Maka dari itu, anak-anakku sekalian mahasiswa baru, jangan alergi untuk ikut di dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus,” lanjut mantan CEO PSM tersebut.
Selain kepemimpinan, Munafri menekankan pentingnya membangun networking sejak menjadi mahasiswa. Lingkungan kampus, kata dia, merupakan tempat strategis untuk memperluas pertemanan, sahabat, akses, dan koneksi yang dapat menjadi modal sosial di masa depan.
“Minimal masuk kuliah ini bertambah teman, bertambah sahabat, bertambah link, bertambah akses untuk memastikan masa depan itu bisa terhubung satu dengan yang lainnya melalui networking yang sudah kita bangun,” imbuh Munafri.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua IKA FH Unhas itu juga membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan. Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio.
Munafri harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun. Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, membangun relasi, dan berani mengambil peluang.
Ia juga menceritakan perjalanan kariernya dari dunia usaha hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan. Dengan latar belakang pendidikan hukum, Munafri mengaku harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak dikuasainya ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan.
“Dengan latar belakang pendidikan hukum, saya harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak saya kuasai ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan,” kenangnya.
Munafri kemudian mengajak mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kehidupan Kota Makassar. Menurutnya, keberadaan mahasiswa turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi kota.
Karena itu, mahasiswa yang tinggal di Makassar diharapkan ikut menjaga kota agar tetap tertib, bersih, dan nyaman. “Saya berharap mahasiswa yang masuk ke Kota Makassar meneruskan berkarya di Makassar. Maka dari itu sangat penting kita jaga secara bersama-sama karena dampak yang dibikin itu sangat baik,” harapnya.
Wali Kota juga secara khusus menekankan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. Ia meminta mahasiswa membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari tempat tinggal masing-masing, baik di rumah orang tua maupun kos-kosan, kemudian menerapkannya di lingkungan kampus.
“Persoalan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kota ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat,” tegasnya.
Appi juga memperkenalkan gagasan pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola yang baik, tetapi harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah hadir untuk memberikan manfaat langsung kepada warga.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai impactful governance, yakni tata kelola pemerintahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami hadir sebagai pemerintah itu ada guna dan tujuannya, dan yang lebih penting lagi bahwa pemerintahan yang kami jalankan harus berdampak langsung dan berdampak nyata kepada masyarakat,” tutup Appi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....