Pencerahan Mutiara Pagi: Sukses Butuh Proses Alami
- 16 Sep 2026 06:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Program Dialog Mutiara Pagi yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia kembali menghadirkan pencerahan keagamaan bersama Ustaz Ilham Muchtar. Dalam interaktif kali ini, fokus pembahasan menyoroti pentingnya menghargai proses hidup alami serta menghindari dorongan untuk mengambil jalan pintas atau cara-cara instan dalam mencapai keberhasilan.
Diskusi diawali dengan pertanyaan dari salah seorang pendengar, Arfa dari Selayar, mengenai kedudukan seseorang di sisi Allah SWT dan ketetapan surga atau neraka. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Ilham menjelaskan bahwa kedekatan seseorang kepada Sang Pencipta tidak bisa dijadikan alat untuk menghakimi takdir akhir manusia secara mutlak.
"Orang yang dekat kepada Allah, lalu kita mengatakan bahwa dia sudah jelas ahli surga, bisa kita sebutkan iya, bisa juga belum tentu. Tergantung kalau kita memahami bahwa kedekatan yang dimaksud di situ adalah bahwa dia melaksanakan perintah Allah," ujar Ustaz Ilham. Ditambahkan bahwa kondisi akhir kehidupan seseorang merupakan misteri, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak cepat menilai atau menghakimi nasib seseorang hanya berdasarkan kondisi fisiknya hari ini.
Pembahasan kemudian berkembang terkait fenomena gaya hidup modern yang serba instan di tengah masyarakat. Ustaz Ilham menegaskan bahwa bertahapnya penurunan wahyu Al-Qur'an dan hukum-hukum Islam memberikan pelajaran tersirat tentang pentingnya menghargai setiap tahap dalam kehidupan.
"Fakta bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur'an secara bertahap itu sebenarnya adalah petunjuk dan pembelajaran besar bagi kita bahwa kita perlu mencapai sesuatu itu secara bertahap, tidak bisa instan. Sesuai ajaran Nabi, kita dianjurkan untuk tidak selalu melihat ke atas agar bisa belajar dari kesusahan dan perjuangan orang lain," jelas Ustaz Ilham. Rabu, 16 September 2026.
Ustaz Ilham juga menyoroti maraknya kasus masyarakat yang terjebak pada perjudian online demi meraih kekayaan tanpa mau menempuh proses kerja keras yang wajar. Isu cara instan ini juga disinggung oleh pendengar lainnya, Abdullah dari Kabupaten Bone yang menanyakan dinamika perpolitikan saat ini di mana banyak pihak menggunakan nama besar keluarga atau orang tua untuk meraih kedudukan.
Pertanyaan tersebut direspon secara tegas oleh Ustaz Ilham dengan merujuk pada prinsip kesiapan dan kualitas diri. "Seorang pemuda yang baik itu adalah yang mengatakan 'inilah saya', bukan 'itulah bapakku'. Seseorang yang hanya mengandalkan nama besar orang tua tanpa menunjukkan kualitas diri akan menjadi manusia yang rapuh dan tidak akan bertahan lama," ungkap Ustaz saat menekankan pentingnya menjadi perintis ketimbang sekadar pewaris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....