Kenaikan Harga BBM Jadi Tantangan Operasional Pete-Pete Laut Makassar
- 29 Sep 2026 08:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Perhubungan Kota Makassar menghadapi tantangan dalam operasional layanan pete-pete laut menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang digunakan untuk kendaraan dan armada pemerintah. Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muh Reza, mengatakan kenaikan harga BBM cukup berpengaruh terhadap kebutuhan operasional transportasi yang dikelola pemerintah kota.
“Dengan kenaikan harga Solar Dex ini cukup membuat susah juga bergerak. Kendaraan pemerintah harus menggunakan BBM non-subsidi,” ujar Muh Reza, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, harga Solar Dex yang sempat mencapai sekitar Rp26 ribu per liter membuat kebutuhan anggaran operasional meningkat dibandingkan perencanaan awal tahun. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Dinas Perhubungan dalam pembahasan APBD Perubahan.
"Penyesuaian anggaran ini diperlukan agar kebutuhan operasional layanan transportasi tetap dapat berjalan,"ungkap Reza
Untuk layanan pete-pete laut, Reza menyebut juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan BBM dan pola perjalanan. Dijelaskan, masyarakat pengguna pete-pete laut cenderung melakukan perjalanan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Pola tersebut berbeda dengan angkutan darat yang dapat beroperasi lebih rutin karena memiliki jumlah penumpang yang lebih besar.
“Pertama kapal kayu tidak cepat, yang kedua jumlah penumpang itu juga tidak selalu ada seperti kalau di darat. Jadi masyarakat keluar ketika memang mereka butuh,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya tidak hanya menghitung kebutuhan BBM berdasarkan frekuensi perjalanan, tetapi juga mempertimbangkan tingkat pemanfaatan armada oleh masyarakat.
Selain kebutuhan operasional, Reza mengaku dalam APBD Perubahan juga mengusulkan pengadaan dua unit kendaraan untuk mendukung pelayanan pada kegiatan Car Free Day. Kendaraan tersebut direncanakan untuk membantu mobilitas masyarakat di area yang tidak dapat dimasuki kendaraan biasa.
Sementara untuk program yang belum dapat dimaksimalkan pelaksanaannya, Dishub melakukan penyesuaian anggaran dengan menggeser kebutuhan berdasarkan prioritas yang harus dipenuhi. “Kalau ada anggaran yang tidak maksimal penggunaannya, itu bisa digeser sesuai kebutuhan,” katanya.
Reza berharap penyesuaian anggaran dalam APBD Perubahan dapat menjaga keberlangsungan pelayanan transportasi sekaligus menyesuaikan kebutuhan operasional dengan kondisi harga BBM dan tingkat pemanfaatan layanan oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....