Orang Tua di Makassar Dukung Kebijakan Pembelajaran Daring ditengah Antrian BBM

  • 13 Sep 2026 09:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Pendidikan Kota Makassar menerapkan pembelajaran secara daring bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP sebagai respons terhadap kondisi antrean dan kelangkaan BBM yang berdampak pada mobilitas masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Solaeman, mengatakan kebijakan pembelajaran daring mulai diterapkan pada Sabtu, 12 September 2026.

Kebijakan ini diharapkan memastikan proses belajar tetap berlangsung meski aktivitas mobilitas warga mengalami kendala. Menurut Achi, pembelajaran daring menjadi langkah sementara untuk menyikapi kondisi BBM sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di Makassar.

"Untuk hari ini Sabtu 12 September kita mulai pembelajaran daring. Harapannya anak-anak kita tetap belajar. Kita menyikapi kelangkaan BBM, makanya kita keluarkan kebijakan daring,” kata Achi, Sabtu 12 September 2026.

Pembelajaran daring tersebut berlaku hingga 19 September 2026. Achi berharap guru, orang tua atau wali murid dapat bekerja sama memastikan anak tetap mengikuti proses pembelajaran meskipun dilakukan dari rumah.

Achi menekankan kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci agar pembelajaran daring tetap berjalan secara efektif dan menyenangkan bagi peserta didik. “Kita berharap dengan kerja sama yang baik antara guru, orang tua atau wali adalah kunci utama proses belajar tetap ramah, efektif, dan kita harap anak-anak tetap senang belajar meskipun online,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pembelajaran daring diperpanjang setelah 19 September, Achi masih akan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Jika situasi telah stabil, sekolah akan kembali melaksanakan pembelajaran secara efektif di satuan pendidikan. Kebijakan lanjutan akan disampaikan melalui edaran resmi, dengan tetap mengedepankan sinergi seluruh pihak.

Sementara itu, Seorang Wali Murid, Ati mengaku mendukung kebijakan ini. Ia menilai dengan pembelajaran daring mampu menekan mobilitas aktivitas kendaraan masyarakat khususnya orang tua. "Sebenarnya saya lebih suka anak-anak kalau sekolah tapi karena kondisi BBM sudah, jadi lebih baik memang daring,"ucap Ati.

Ati berharap penumpukan dan antrean panjang yang terjadi di hampir semua SPBU di Makassar bisa kembali normal dan aktivitas belajar juga kembali seperti biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....