FKUB Makassar: Pancasila dan Media Sosial Kunci Kerukunan

  • 12 Sep 2026 14:47 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Makassar terus menunjukkkan tren yang sangat positif berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. M. Kasim Abubakakar, Anggota FKUB Kota Makassar menyampaikan bahwa capaian indeks kerukunan daerah ini menjadi modal berharga yang patut dipertahankan.

"Kota Makassar alhamdulillah meraih peringkat kedua nasional untuk Harmony Award dari Kementerian Agama dan berada di urutan ke-9 indeks toleransi nasional versi SETARA Institute untuk kategori kota berpenduduk di atas satu juta jiwa," ungkap Kasim dalam dialog Titian Ilahi di Pro 1 RRI Makassar pada Jumat, 11 September 2026.

Kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan di Kota Daeng ini dinilai berakar dari nilai-nilai kebangsaan serta regulasi negara yang menjamin kebebasan beragama. Dikatakan, fondasi utama kerukunan tersebut terletak pada pengamalan Pancasila serta jaminan konstitusi yang kuat.

Meski demikian, dinamika zaman dan pesatnya arus teknologi tetap membawa tantangan tersendiri bagi stabilitas toleransi masyarakat. Salah satu ancaman terbesar yang paling diwaspadai saat ini adalah penyebaran informasi palsu serta ujaran kebencian di ruang digital.

“Kita tidak bisa hindari yang namanya tantangan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, tentu paling besar adalah terkait dengan media sosial. Maraknya informasi-informasi yang menggelinding di tengah-tengah kehidupan masyarakat, yang kadang-kadang teramat cepat adanya, dan itu kadang-kadang memicu kesalahpahaman. Bahkan tidak sedikit mengarah pada ujaran kebencian dan polarisasi kehidupan sosial kemasyarakatan” jelas Kasim.

Untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial, FKUB Makassar mengedepankan pendekatan berbasis komunikasi dan sosialisasi secara masif. Langkah pencegahan dilakukan tidak hanya pada kelompok rentan, melainkan menyasar seluruh lapisan komunitas agama di tingkat akar rumput.

Dalam menjalankan fungsinya, FKUB Kota Makassar juga telah menghadirkan berbagai terobosan program kerja, termasuk digitalisasi layanan rekomendasi rumah ibadah. Langkah ini diperkuat dengan pengisian regulasi lokal guna menjamin kepastian hukum terkait penguatan toleransi.

Sinergi dan kolaborasi lintas lembaga juga menjadi pilar penting yang terus dibangun demi menjaga suasana Kota Makassar agar tetap kondusif. Kerjasama yang erat terjalin mulai dari pemerintah daerah, jajaran kepolisian, hingga lembaga keagamaan.

Ke depan, strategi penyebaran nilai-nilai toleransi akan makin diperluas hingga menjangkau generasi muda dan kaum pelajar di berbagai sekolah. FKUB merancang pendekatan yang lebih santai dan informal agar pesan-pesan perdamaian dapat diterima dengan baik oleh anak muda.

“Tentu mekanismenya harus dibangun melalui komunikasi agar pengaturan terkait dengan mekanisme dan sistem dialognya bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Tetapi kita berharap ini juga berlangsung tidak terlalu formal gitu, supaya hasilnya bisa lebih maksimal. Kadang-kadang anak muda itu senangnya bincang-bincang dialog di warung kopi atau di tempat-tempat yang sederhana,” ujar Kasim.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....