Antrean BBM Mengular, Warga Makassar Keluhkan Kemacetan hingga Ganggu Aktivitas
- 09 Sep 2026 20:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar kian meresahkan warga. Pemandangan antrean yang meluber hingga ke bahu jalan kini hampir terlihat di setiap sudut kota, memicu kepadatan lalu lintas yang parah di jalur-jalur utama.
Bahu jalan yang seharusnya menjadi ruang bebas hambatan kini dipenuhi oleh deretan kendaraan, mulai dari truk bermuatan besar hingga kendaran roda emat maupun Roda dua, Kondisi ini secara otomatis menyempitkan ruas jalan efektif yang bisa dilalui oleh pengguna jalan lainnya, sehingga kemacetan panjang tidak terelakkan di sekitar area SPBU.
Dampak dari penumpukan kendaraan ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang harus beraktivitas harian, terutama para pekerja kantor. Banyak warga yang mengeluhkan waktu tempuh perjalanan mereka membengkak drastis akibat terjebak kemacetan yang dipicu oleh antrean bahan bakar tersebut.
Salah seorang warga Sudiang yang bekerja di sala satu instansi pemerintahan, Erna, mengaku sangat terganggu dengan situasi yang berulang ini. " Sudsh dua hari terakhir saya keterlambatan saat melakukan e-presensi di kantor akibat kemacetan parah di sepanjang jalan menuju tempat kerjanya," ucap Erna kepada RRI, Rabu, 9 September 2026.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Erna bahkan harus mengabaikan rutinitas biasanya membereskan rumah, dan memilih berangkat lebih awal dari rumah. Langkah ini terpaksa ia ambil demi memburuh waktu untuk E- Presensi .
"saya kalo kekantor kodong naik pete pete ka, biasanya nya itu 30 menit waktu tempuh , tapi sekarang deh dari sudiang ke kantor memakan waktu 1 jam bahkan lebih ," Ujar Erna.
Tidak hanya para pekerja kantoran, keresahan senada juga dirasakan oleh para penyedia jasa transportasi online yang menggantungkan pendapatan harian mereka di jalan raya. Efisiensi waktu yang menjadi kunci pekerjaan mereka mendadak hilang akibat harus tertahan lama saat mengisi bahan bakar.
Pengemudi ojek online (ojol), Muslimin, saat diwawancarai oleh RRI mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang melumpuhkan produktivitasnya ini. Ia mengaku kini harus menghabiskan waktu hingga 30 menit hanya untuk mengisi BBM, padahal dalam kondisi normal proses tersebut biasanya tidak memakan waktu lebih dari lima menit.
"Biasanya Ngantri di SPBU 2 sampai 3 menit ji , tapi sekarang bisa sampai 30 menit sehingga ini mempengaruhi omset pemasukan kami kodong", Ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....