Kebakaran di Gunung Bulu Saukang, 68 Pendaki Dievakuasi
- 08 Sep 2026 14:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan puncak Gunung Bulu Saukang, Desa Bontobulaeng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mendapat penanganan cepat dari tim gabungan, Minggu, 6 September 2026. Dandim 1422/Maros Letkol Arm. Agung Yuhono bersama tim relawan, didampingi Kapolsek Tompobulu dan Danramil Tompobulu, bahkan melaksanakan siaga hingga dini hari untuk memastikan api tidak kembali meluas.
Agung mengatakan, kebakaran menjadi salah satu ancaman yang hampir setiap hari terjadi di wilayah Maros, dengan tingkat eskalasi mulai dari kecil hingga besar. Menurutnya, penanganan selama ini dapat dilakukan berkat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. “Memang di Maros hampir tiap hari ada kejadian. Tinggal eskalasinya, dari kecil, sedang maupun besar. Alhamdulillah sampai saat ini sudah bisa kami atasi bersama TNI, Polri, BPBD dan masyarakat,” ujarnya kepada rri, Senin 7 September 2026.
Selain kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, Kodim 1422/Maros juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertahanan berupa satu unit kendaraan pemadam kebakaran yang ditempatkan dalam kondisi siap digunakan di Makodim. Kendaraan tersebut tidak hanya disiapkan untuk membantu penanganan kebakaran, tetapi juga dimanfaatkan bersama BPBD untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Mobil kami saat ini juga bekerja sama dengan BPBD untuk membantu penyediaan suplai air bersih di Maros, karena saat ini kekeringan cukup panjang,” katanya. Sejumlah wilayah seperti Bontoa dan Maros Baru disebut membutuhkan dukungan suplai air bersih. Distribusi air pun dilakukan hampir setiap hari secara bersama-sama dengan BPBD.
68 Pendaki Terjebak
Sementara itu, kebakaran di Gunung Bulu Saukang menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi wisata pendakian yang ramai dikunjungi. Menurut Agung, pada hari kejadian tercatat sekitar 339 pendaki yang melakukan registrasi sejak pagi hingga malam hari. Saat kebakaran terjadi pada hari Minggu 6 September 2026 sekitar pukul 20.00 WITA, sebanyak 68 pendaki dilaporkan masih berada di kawasan atas dan membutuhkan evakuasi.
Laporan cepat dari aparat kewilayahan kemudian diteruskan kepada tim SAR Makassar. Tim SAR bersama unsur gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. “Alhamdulillah berkat kerja sama TNI, Polri, masyarakat, SAR, BPBD dan PMI Maros, kolaborasi yang sinergis ini bisa membantu memadamkan maupun mengevakuasi 68 pendaki yang terjebak di atas,” jelasnya.
Agung juga meluruskan informasi yang beredar di sejumlah media sosial terkait jumlah pendaki yang disebut terpisah dalam jumlah besar. Ia memastikan kondisi di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam sejumlah pemberitaan. Memang terdapat beberapa pendaki yang terpisah dari rombongannya, namun jumlahnya tidak sebanyak informasi yang beredar.
Pemadaman Dilakukan Manual
Penanganan kebakaran di kawasan puncak Gunung Bulu Saukang menghadapi kendala medan yang cukup berat. Kondisi geografis dan lokasi titik api yang berada di ketinggian membuat kendaraan pemadam tidak dapat mencapai seluruh titik. Karena itu, proses pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan dan masyarakat. “Tempatnya di ketinggian, sehingga mobil pemadam tidak bisa sampai ke atas. Jadi terpaksa dilakukan secara manual bersama masyarakat dan tim SAR Makassar,” ungkapnya.
Kesiapsiagaan di kawasan tersebut juga terus dilakukan setelah proses evakuasi. Personel gabungan melakukan pemantauan hingga dini hari untuk memastikan tidak muncul kembali titik api yang berpotensi meluas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau.
Agung menegaskan, kesiapan personel dan kecepatan merespons laporan menjadi faktor penting dalam menghadapi kebakaran, terutama di wilayah dengan medan sulit seperti kawasan pegunungan. “Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat dan personel. Kita bersama-sama melakukan pemantauan dan siaga untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya. Sinergi TNI, Polri, BPBD, SAR, PMI, relawan dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menghadapi potensi kebakaran maupun dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Maros.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....