SMK Perlu Perkuat Kesesuaian Kurikulum dengan Dunia Kerja
- 08 Sep 2026 12:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tingginya tingkat pengangguran terbuka atau TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan menjadi perhatian dalam dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi paradoks karena SMK sejak awal dirancang untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat langsung digunakan di dunia kerja.
Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Prof. Abdullah Sinring salam perbincangan bersama RRI mengatakan persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kesiapan kurikulum, tenaga pengajar, hingga sarana dan prasarana pendidikan. Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus disiapkan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kurikulum harus berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Itu yang kami maksudkan yang menjadi tantangan terbesar bagi kita,” ujar Prof. Abdullah Sinring Selasa, 8 September 2026.
Ia menilai ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha maupun industri bukan persoalan baru. Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah dan dunia usaha untuk menentukan kompetensi yang perlu diberikan kepada siswa sejak proses pendidikan.

Prof. Abdullah Sinring juga menyoroti pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan atau PKL yang dinilai belum seluruhnya berjalan sesuai dengan kompetensi siswa. Ia mencontohkan masih adanya siswa SMK yang menjalani praktik di tempat yang tidak berhubungan dengan bidang keahliannya.
“Ada kecenderungan ada rutinitas belaka, bahwa biasa anak-anak kita yang mengikuti magang atau Praktik Kerja Lapangan di setiap perusahaan maupun instansi, itu tidak bersesuaian dengan apa yang telah mereka pelajari di sekolah,” jelasnya.
Selain kurikulum dan pelaksanaan PKL Atau Magang, pembaruan fasilitas praktik juga menjadi perhatian. Menurut Prof. Abdullah Sinring, peralatan yang digunakan siswa di laboratorium sekolah harus mengikuti perkembangan teknologi di dunia industri agar lulusan tidak mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan peralatan yang sebenarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan dunia usaha dalam pendidikan SMK perlu diperkuat, salah satunya melalui program dunia usaha mengajar. “Kalau dunia usaha mengajar, paling tidak dia menyampaikan kepada kita bahwa, di perusahaan seperti ini, begini cara kerjanya, begini yang harus dibutuhkan,” katanya. Melalui langkah tersebut, lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang lebih relevan dan siap menghadapi persaingan kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....