Bupati Sinjai: Pemimpin Miliki Posisi Strategis Sebagai Penggerak Perubahan

  • 08 Sep 2026 09:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perubahan di sektor publik berlangsung semakin cepat. Perubahan regulasi, perkembangan teknologi digital, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas, keterbatasan anggaran, perubahan pola kerja ASN, hingga tuntutan transparansi dan akuntabilitas membuat organisasi pemerintah harus memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Hal itu ditegaskan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, sebagai pemateri dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (Latpim) Angkatan I, di Aula Kantor Pusat Pembelajaran dan Strategi Manajemen Pemerintahan LAN Makassar. Senin, 7 September 2026.

Dikatakan, organisasi pemerintah tidak lagi cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Aparatur sipil negara dituntut mampu membaca persoalan, menginisiasi perubahan, mengelola resistensi, membangun kolaborasi, serta memastikan perubahan memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi.

“Organisasi pemerintah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Aparatur dituntut mampu mengidentifikasi masalah, menginisiasi perubahan, mengelola resistensi, membangun kolaborasi, serta memastikan perubahan menghasilkan peningkatan kinerja yang nyata,” jelasnya.

Bupati Ratnawati juga menilai tantangan terbesar dalam manajemen perubahan sektor publik bukan semata-mata pada perubahan sistem maupun penggunaan teknologi. Faktor manusia, khususnya pola pikir, budaya kerja, dan perilaku aparatur, menjadi bagian penting yang menentukan keberhasilan perubahan.

Karena itu, pemimpin memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu menyusun kebijakan, tetapi juga membangun komitmen bersama, mengelola resistensi, mengomunikasikan visi perubahan secara efektif, serta memastikan perubahan bermuara pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

“Oleh karena itu, pemimpin perubahan harus mampu membangun komitmen, mengelola resistensi, mengomunikasikan visi perubahan, serta memastikan perubahan menghasilkan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.

Dalam sesi tersebut, Ratnawati juga mengaitkan materi dengan pengalaman selama menjalankan kepemimpinan di pemerintahan. Berbagai pengalaman dan persoalan yang dihadapi di lapangan dibagikan sebagai bahan pembelajaran bagi peserta dalam memahami bagaimana konsep perubahan dapat diterapkan dalam organisasi pemerintahan.

Pembahasan berlangsung interaktif. Peserta aktif mendalami sejumlah persoalan terkait kepemimpinan, perubahan organisasi, hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Sebelum menyampaikan materi, Bupati Sinjai terlebih dahulu diterima Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik bersama Kepala BLPK Makassar, Sudarmi Narwis serta sejumlah pejabat fungsional di ruang kerja Kepala Kantor Pusat Pusjar SKMP LAN RI Makassar. Melalui forum tersebut, Ratnawati berharap para peserta Latpim tidak berhenti pada pemahaman konsep manajemen perubahan. Tetapi mampu menerapkannya secara konkret di unit kerja masing-masing sehingga berdampak pada peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....