Mengenal Horor dan Jenis-Jenisnya dalam Film

  • 08 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Film horor menjadi salah satu genre yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Namun, horor dalam film tidak selalu identik dengan kehadiran hantu atau makhluk gaib. Rasa takut dapat dibangun melalui suasana, karakter, konflik, musik, suara, hingga kondisi psikologis tokoh.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Apresiasi Budaya Lokal, Minggu, 6 September 2026, di Pro 4 RRI Makassar, dengan narasumber Ilham Anwar, aktor sekaligus Pengurus BPP KKSS Departemen Seni Budaya, serta Ir. Fachrul Muchsen atau Kak Arul Ambo' Nai, pengamat film dan penggagas Demi Film Indonesia.

Menurut Ilham Anwar, horor merupakan genre film yang memiliki cakupan cerita cukup luas. Sumber ketakutan dapat berasal dari mitos, legenda, kepercayaan masyarakat, maupun persoalan kehidupan manusia yang kemudian dikemas dalam bentuk cerita film.

“Horor itu tidak hanya tentang hantu atau sesuatu yang menyeramkan. Horor bisa dibangun dari cerita, suasana, karakter, bahkan dari sesuatu yang sebenarnya dekat dengan kehidupan kita. Karena Indonesia memiliki banyak mitos, legenda dan budaya lokal, semuanya bisa menjadi sumber cerita yang menarik untuk dikembangkan menjadi film horor.” ungkap Ilham.

Sementara itu, Ir. Fachrul Muchsen atau Kak Arul Ambo' Nai menjelaskan bahwa kekuatan film horor terletak pada kemampuan sineas dalam membangun atmosfer dan emosi penonton. Adegan mengejutkan atau jumpscare hanyalah salah satu cara untuk menghadirkan rasa takut.

“Film horor yang baik bukan hanya bagaimana membuat penonton kaget, tetapi bagaimana membangun rasa takut secara perlahan melalui suasana, gambar, suara, karakter dan alur cerita. Ketika penonton sudah terbawa secara emosional, sesuatu yang sederhana pun bisa terasa menakutkan.” ungkap Fachrul.

Dalam dunia perfilman, horor memiliki berbagai jenis. Horor supernatural merupakan jenis yang paling dikenal, dengan cerita yang berkaitan dengan hantu, roh, kutukan, atau kekuatan gaib.

Kemudian terdapat horor psikologis, yang lebih menitikberatkan pada kondisi mental tokoh seperti trauma, paranoia, ketakutan, atau gangguan persepsi. Jenis ini dapat membuat penonton merasa takut tanpa harus selalu menampilkan sosok menyeramkan.

Ada pula folk horror, yakni horor yang mengangkat mitos, ritual, tradisi, kepercayaan, dan legenda masyarakat. Jenis ini dinilai sangat relevan dengan Indonesia karena setiap daerah memiliki kekayaan cerita dan tradisi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya film. Selain itu, terdapat body horror yang mengeksplorasi ketakutan terhadap perubahan atau kondisi tubuh manusia, serta horror thriller yang menggabungkan unsur horor dengan misteri, ketegangan, dan penyelidikan.

Menurut kedua narasumber, perkembangan film horor juga menunjukkan bahwa genre tersebut dapat menjadi ruang bagi sineas untuk mengeksplorasi berbagai persoalan. Horor dapat dikombinasikan dengan drama, komedi, sejarah, budaya, bahkan kritik sosial.

Maraknya film horor lokal juga membuka peluang untuk mengangkat lebih banyak cerita dari berbagai daerah di Indonesia. Mitos dan legenda yang selama ini berkembang secara lisan dapat diperkenalkan kembali kepada generasi muda melalui medium film.

Dengan demikian, film horor tidak hanya berfungsi sebagai hiburan yang memberikan sensasi takut, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenalkan kekayaan budaya, cerita rakyat, dan identitas masyarakat Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....