Dari Pendengar ke Balik Mikrofon, Bupati Maros Jajal Jadi Pembaca Warta Siang RRI
- 06 Sep 2026 13:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana berbeda mewarnai Warta Siang Edisi Istimewa pada hari Sabtu 5 September 2026 pukul 14.00 WITA, dalam rangka HUT ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI). Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam tidak hanya hadir sebagai tamu atau narasumber, tetapi turut merasakan langsung pengalaman berada di balik mikrofon dengan membacakan berita di Studio Pro 1 RRI Makassar.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Chaidir Syam. Selama ini, RRI lebih dikenalnya sebagai media yang didengarkan untuk memperoleh informasi. Namun, ketika harus duduk di ruang siaran dan menyampaikan berita kepada pendengar, ia merasakan langsung bagaimana seorang pembaca berita harus menjaga artikulasi, intonasi, kejelasan suara, hingga ritme penyampaian.
Ia mengatakan pengalaman tersebut sangat berharga karena membuatnya semakin memahami pekerjaan para pembaca berita RRI. Menurutnya, informasi yang terdengar sederhana bagi pendengar ternyata membutuhkan kemampuan khusus agar dapat disampaikan secara jelas dan nyaman didengar.
Ia mengapresiasi para pembaca berita RRI yang selama ini menjalankan tugas tersebut secara konsisten dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Ini pengalaman yang luar biasa dan saya salut kepada seluruh pembaca Warta RRI yang selama ini memberikan informasi-informasi kepada kami di daerah,” kata Chaidir Syam, Sabtu 5 September 2026.
Memahami Kerja di Balik Suara
Bagi pendengar, berita radio mungkin hanya terdengar selama beberapa menit. Namun, pengalaman menjadi pembaca berita membuat Bupati Maros melihat sisi lain dari pekerjaan tersebut.
"Seorang pembaca berita dituntut mampu menyampaikan informasi secara tepat sekaligus menarik perhatian pendengar hanya melalui suara. Tidak ada visual yang dapat membantu menjelaskan isi berita. Karena itu, kejelasan pengucapan dan intonasi menjadi bagian penting agar pesan yang disampaikan dapat dipahami" jelasnya.
Pengalaman tersebut juga menjadi bentuk apresiasi Chaidir Syam terhadap profesi penyiar dan pembaca berita yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak RRI dalam memberikan informasi publik. Meski terbiasa berbicara di hadapan masyarakat dan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, Andi Syafril mengaku tetap merasakan ketegangan ketika berada di ruang siaran.
"Saya sempat merasa kaku ketika harus duduk di kursi penyiar. Namun, justru pengalaman itulah yang membuat saya semakin menghargai kemampuan para penyiar RRI" ujarnya sembari tersenyum.
RRI Tak Lagi Sekadar Radio
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir Syam juga memberikan perhatian terhadap perubahan besar yang terjadi di tubuh RRI. Menurutnya, RRI telah mengalami transformasi yang pesat. Jika dahulu masyarakat mengenal RRI terutama sebagai media radio untuk didengarkan, kini RRI telah berkembang ke berbagai platform digital.
"Kehadiran RRI di platform digital, termasuk kanal YouTube dan berbagai layanan digital lainnya, dinilai menjadi langkah penting untuk menjangkau masyarakat yang semakin terbiasa mengakses informasi melalui internet. Transformasi tersebut, membuat informasi RRI dapat dikonsumsi masyarakat secara lebih luas dan tidak terbatas pada pendengar yang berada dalam jangkauan siaran radio" urainya.
Ia menilai perkembangan itu penting karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi terus berubah. Masyarakat membutuhkan berita yang cepat, aktual, sekaligus dapat dipercaya. “Sekarang sudah bisa kita saksikan di channel-channel digital. Ternyata RRI bisa melakukan hal tersebut, dan ini sangat menolong masyarakat untuk mendapatkan berita-berita yang up to date,” ujarnya.
Informasi RRI Dinilai Penting bagi Pembangunan Daerah
Lebih jauh, Bupati Chaidir Syam melihat peran RRI tidak hanya sebatas menyampaikan berita, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Informasi yang disampaikan media publik, menurutnya, dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memahami berbagai persoalan, termasuk perkembangan pembangunan di daerah.
"RRI juga dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan pemerintah, program pembangunan, maupun berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat" jelas Chaidir Syam.
Karena itu, ia berharap RRI terus memperkuat transformasi digital tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi kepada masyarakat. "Perkembangan teknologi justru harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan informasi publik" harapnya.
Pengalaman yang Membekas
Keterlibatan Bupati Maros dalam Warta Siang Edisi Istimewa HUT ke-81 RRI akhirnya menjadi pengalaman yang tidak hanya bersifat seremonial. Dari seorang pendengar yang selama bertahun-tahun menikmati siaran RRI, Andi Syafril berkesempatan merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi orang yang menyampaikan informasi dari balik mikrofon.
Pengalaman tersebut sekaligus mempertemukan dua sisi RRI: sebagai media yang selama ini menjadi sumber informasi bagi masyarakat, sekaligus sebagai ruang interaksi yang memungkinkan tokoh publik ikut merasakan langsung proses penyiaran.
Bagi Chaidir Syam pengalaman tersebut menjadi cara sederhana namun bermakna untuk memberikan apresiasi kepada RRI yang selama ini hadir menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Momentum menjelang HUT ke-81 RRI pun tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia lembaga penyiaran publik tersebut, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat, aktual, dan dapat dipercaya tetap menjadi hal utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....