Warga Keluhkan Pemadaman Bergilir, Munafri Undang Manajemen PLN ke Balai Kota
- 02 Sep 2026 13:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar). Untuk membahas persoalan tersebut, Munafri mengundang manajemen PLN dalam audiensi di Balai Kota Makassar, Selasa 1 September 2026.
Dalam pertemuan itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, hadir bersama jajaran manajemen untuk menjelaskan penyebab pemadaman bergilir serta langkah penanganan yang tengah dilakukan. Munafri mengatakan, Pemerintah Kota Makassar menerima banyak laporan dari warga mengenai pemadaman listrik yang terjadi sejak Senin sore.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman juga masih berlanjut di sejumlah kecamatan dalam beberapa hari ke depan. "Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang. Kami ingin mendengar penjelasan sekaligus meminta agar solusi segera dilakukan," ujar Munafri.
Menurutnya, pemadaman bergilir berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, ia meminta PLN mempercepat penanganan agar pasokan listrik kembali normal. Munafri juga menilai pasokan listrik yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.
Ia berharap PLN memperkuat sistem kelistrikan agar tidak bergantung pada satu sumber energi. "Kami dari pemerintah berharap PLN dapat mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama," katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat masih dalam kondisi terkendali. Ia menjelaskan, pemadaman bergilir terjadi karena adanya pemeliharaan salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di IPP Jeneponto yang berkapasitas 125 megawatt (MW), sehingga memengaruhi pasokan listrik ke sistem.
"Kami ada pemeliharaan terkait PLTU di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik," jelas Edyansyah.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, unit pembangkit tersebut ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026. Dengan pulihnya pembangkit tersebut, kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar diharapkan kembali normal.
"Insyaallah pada sekitar tanggal 5 September kondisi sistem kelistrikan akan jauh lebih baik, bahkan kembali normal," ujarnya.
PLN juga menyebut terdapat tambahan kapasitas pembangkit sekitar 300 MW yang masih dalam proses pemulihan. Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang karena PLN terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik hingga seluruh kapasitas pembangkit kembali beroperasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....