Munafri Ultimatum Camat Validasi Data Iuran Sampah Gratis, Dituntaskan Sepekan

  • 25 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk menuntaskan validasi data penerima program iuran sampah gratis dalam waktu sepekan. Selain itu, ia juga meminta setiap kecamatan memastikan adanya kepastian jadwal pembuangan dan pengangkutan sampah di wilayah masing-masing.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Sampah bersama seluruh camat di Balai Kota Makassar, Senin 24 Agustus 2026.

Munafri menegaskan persoalan utama yang harus segera dibenahi bukan hanya teknis pengangkutan sampah, melainkan akurasi data penerima manfaat iuran sampah gratis. "Persoalan data yang akurat soal iuran sampah di tiap kecamatan paling penting," ujarnya.

Ia meminta camat dan lurah tidak hanya mengacu pada data pelanggan listrik dalam melakukan pendataan. Menurutnya, verifikasi harus dilakukan berdasarkan jumlah rumah melalui pengecekan langsung di lapangan. "Jangan dihitung data meteran listrik PLN-nya, jangan dihitung KWH-nya. Tapi hitung rumahnya," tegas Munafri.

Menurutnya, validasi diperlukan karena Pemerintah Kota Makassar tengah mengkaji perluasan penerima manfaat iuran sampah gratis hingga pelanggan listrik berdaya 900 VA sampai 1.300 VA.

Saat ini, sekitar 63 ribu kepala keluarga di Kota Makassar telah menikmati program iuran sampah gratis. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, dengan nilai subsidi yang mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.

Munafri juga menyoroti masih belum seragamnya pemahaman aparat wilayah terhadap kebijakan baru mengenai tarif dan penerima manfaat iuran sampah gratis. Ia meminta camat dan lurah memiliki data yang valid agar mampu memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat. "Jangan sampai kita ikut alur pembicaraan masyarakat karena kita tidak punya data untuk menyampaikan," katanya.

Selain validasi data, Munafri memberikan perhatian terhadap penataan jadwal pembuangan dan pengangkutan sampah. Ia meminta camat, lurah, dan petugas kebersihan menyepakati waktu pembuangan sampah oleh warga serta jadwal pengangkutan agar tidak terjadi penumpukan sampah setelah kawasan dibersihkan. "Camat dan lurah harus sepakati waktu. Supaya ketika sampah diangkut jam sekian, tidak ada lagi sampah berseliweran," ujarnya.

Menurut Munafri, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber sampah di rumah tangga, jadwal pembuangan, pengangkutan, pemilahan, hingga pengelolaan di tempat pembuangan akhir. Ia pun meminta seluruh camat menjadikan validasi data penerima manfaat dan kepastian jadwal pengelolaan sampah sebagai prioritas dalam sepekan ke depan. Data yang akurat, kata dia, akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan subsidi, memperluas cakupan penerima manfaat, serta meningkatkan efektivitas pelayanan kebersihan di Kota Makassar.

"Pastikan persoalan sampah ini terus kita benahi. Alhamdulillah, makin ke sini sudah menunjukkan tanda-tanda yang jauh lebih baik," pungkas Munafri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....