Literasi Digital, Jangan Mudah Percaya Informasi Buatan AI

  • 01 Sep 2026 16:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini memudahkan masyarakat dalam mengakses serta mengolah informasi. Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga membawa ancaman baru berupa maraknya penyebaran informasi palsu, teks generatif, hingga rekayasa visual yang semakin sulit dibedakan dari teks maupun foto asli.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, dalam dialog interaktif di PRO1 RRI Makassar edisi selasa (1/9/2026) mengimbau masyarakat agar tidak menelan begitu saja informasi yang bersumber dari buatan teknologi AI. Ia menegaskan bahwa verifikasi mandiri tetap wajib dilakukan sebelum mempercayai apalagi menyebarkan sebuah konten.

Sultan Rakib menjelaskan bahwa teknologi AI bekerja berdasarkan pengumpulan data yang ada di internet, sehingga tidak menutup kemungkinan data yang diolah mengandung bias maupun hoaks yang telah beredar sebelumnya. Tanpa adanya pemikiran kritis dari pengguna, informasi buatan AI dapat menyesatkan publik.

"Masyarakat Sulawesi Selatan harus selalu menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Teknologi AI memang sangat canggih dan membantu, tetapi kita tidak boleh mentah-mentah percaya tanpa mengecek sumber resminya. Literasi digital dan sikap kritis adalah kunci utama agar kita tidak terjebak hoaks," ujar Sultan Rakib.

Lebih lanjut, Diskominfo SP Sulsel terus memantau pergerakan konten di media digital untuk mengantisipasi maraknya fenomena deepfake serta manipulasi informasi berbasis AI yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Pengawasan ini dilakukan guna memastikan ruang digital tetap aman dan kondusif bagi seluruh lapisan warga.

“Dengan ini kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan saluran verifikasi resmi yang telah disediakan oleh pemerintah maupun lembaga pers tepercaya. Jika menemukan informasi yang meragukan, warga masyarakat diharapkan segera melakukan pengecekan fakta sebelum membagikannya ke jejaring media sosial.Perkuat literasi,jangan lupa dan ragu untuk bertanya ke orang yang mungkin lebih paham agar bisa terhindar dari informasi palsu,”tambah Sultan Rakib.

Menutup keterangannya, Sultan Rakib kembali mengingatkan bahwa kecerdasan buatan seharusnya dijadikan sebagai alat bantu penunjang produktivitas, bukan pengganti pemikiran kritis manusia. Kehati-hatian dalam menyerap informasi menjadi modal utama dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan tepercaya di Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....