Sebanyak 19 Rumah Hangus dalam Insiden Kebakaran di Asrama TNI Mattoangin
- 01 Sep 2026 16:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kebakaran melanda kawasan permukiman atau asrama TNI Mattoanging di Jalan Padjonga Dg. Ngalle/Jalan Opu Dg. Siraju, RT 006/RW 003, Kelurahan Pa'batang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Selasa, 1 September 2026. Berdasarkan laporan awal BPBD Kota Makassar, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Dugaan penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan dan belum diketahui secara pasti.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muh Fadli, mengatakan petugas bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian kebakaran tersebut. Sebanyak 28 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan juga melibatkan BPBD Makassar, Damkarmat, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, NGO atau organisasi kemanusiaan, serta pemerintah setempat.
"Evakuasi dan pemadaman telah dilakukan, dan posko juga sudah didirikan di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung penanganan warga yang terdampak," kata Muh Fadli.
Dari pendataan sementara, sebanyak 19 rumah, asrama, atau barak terdampak kebakaran. Sebanyak 17 unit mengalami rusak berat, sementara dua unit lainnya mengalami rusak sedang. Kebakaran tersebut berdampak terhadap 29 kepala keluarga dengan total 93 jiwa. BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap warga yang terdampak, termasuk berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Dalam kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Satu korban laki-laki mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke RS Bhayangkara oleh tim BPBD. Sementara satu korban laki-laki lainnya mengalami luka robek pada bagian dahi dan telah dirujuk ke RS Labuang Baji untuk mendapatkan penanganan medis. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia dalam laporan awal BPBD.
Muh Fadli mengatakan proses assessment terhadap kondisi warga belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena para korban masih mengalami trauma dan lokasi kejadian merupakan kawasan asrama TNI. "Kami masih melakukan assessment secara bertahap karena warga yang terdampak masih dalam kondisi trauma. Data berdasarkan jenis kelamin dan usia juga masih dalam proses pendataan di lapangan," ujar Fadli.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan yang diperlukan, di antaranya tenda terpal, selimut, sarung, pakaian, baby kit, family kit, dan first aid kit. Akses menuju lokasi kebakaran saat ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....