Petaka di Jalan Poros Maros-Makassar, Pete-Pete Terbakar dan Sopir Terluka
- 29 Agt 2026 13:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros.- Suasana di Jalan Poros Maros-Makassar, tepatnya di Lingkungan Barandasi, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendadak dikejutkan dengan terbakarnya satu unit mobil angkutan umum jenis pete-pete, Jumat, 28 Agustus 2026 sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.41 WITA, tepat di depan Balai Veteriner Maros. Saat kejadian, kendaraan yang dikemudikan Haris (40) tengah melaju dari arah Maros menuju Makassar.
Api yang diduga pertama kali muncul dari bagian mesin kendaraan dengan cepat membesar. Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke bagian lain hingga akhirnya menghanguskan hampir seluruh badan pete-pete. Seksi Sarana dan Prasarana, Informasi, dan Pengolahan Data Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, Muhammad Ilham Halim, mengatakan dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik pada bagian mesin.
Berdasarkan keterangan sopir, kendaraan masih dalam perjalanan ketika sumber api mulai muncul. Kondisi tersebut membuat sopir berupaya menyelamatkan diri dari dalam kendaraan sebelum kobaran api semakin membesar. “Dari keterangan sopir, api diduga bermula dari korsleting listrik pada bagian mesin mobil dan dengan cepat membesar melalap seluruh badan kendaraan. Kebakaran membesar karena mobil tersebut membawa muatan sembako,” jelas Muhammad Ilham Halim.
Haris berhasil keluar dari kendaraan, tetapi tidak sepenuhnya luput dari kobaran api. Sopir tersebut mengalami luka bakar yang cukup serius dalam insiden tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian bergerak memberikan pertolongan. Korban dievakuasi menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tidak lama setelah menerima informasi mengenai kebakaran, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api yang membakar kendaraan. Penanganan dilakukan dengan cepat mengingat lokasi kejadian berada di salah satu jalur utama yang menghubungkan Maros dan Makassar. Selain berupaya memadamkan api, keberadaan petugas juga penting untuk mencegah situasi berkembang dan membahayakan pengguna jalan di sekitar lokasi.
Muhammad Ilham Halim mengatakan, proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit hingga kobaran api berhasil dikendalikan. “Setelah berjuang selama sekitar 20 menit, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas di lokasi,” ujarnya.
Setelah api padam, kondisi pete-pete tersebut mengalami kerusakan parah. Sebagian besar badan kendaraan hangus terbakar akibat cepatnya api menjalar.
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sopir pete-pete harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang dialaminya saat berupaya menyelamatkan diri.
Warga sekitar menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas. Kebakaran kendaraan di jalur utama Maros-Makassar membuat warga dan pengguna jalan berhenti sejenak untuk melihat proses penanganan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kendaraan, khususnya sistem kelistrikan dan mesin, yang berpotensi menjadi sumber kebakaran apabila mengalami gangguan. Hingga proses pemadaman selesai, petugas berhasil memastikan kobaran api tidak lagi membahayakan lingkungan sekitar. Sementara itu, korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis atas luka bakar yang dialaminya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....