Soroti Kinerja Lurah dan Camat, Munafri: Jangan lebih Banyak Nongkrong

  • 30 Agt 2026 13:41 WIB
  •  Makassar

RRI CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan perhatian terhadap kinerja lurah dan camat dalam menjalankan tugas sebagai pengendali wilayah sekaligus perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Munafri menegaskan lurah dan camat harus aktif turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, interaksi dengan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk berdiskusi atau nongkrong bersama warga untuk mendapatkan informasi terkait kondisi lingkungan. Namun, aktivitas tersebut tetap harus dilakukan secara proporsional dan tidak mengganggu tugas utama sebagai aparatur pemerintah.

“Nongkrong untuk mendapatkan informasi di tengah-tengah masyarakat boleh, tapi jangan lebih banyak waktu nongkrongnya daripada waktu kerjanya. Ada penilaian, dan penilaian itu akan sangat berdampak terhadap kinerja yang mereka lakukan,” ujar Munafri, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ia meminta lurah memahami kondisi wilayah secara menyeluruh sehingga mampu memetakan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menentukan langkah yang tepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kelurahan.

Munafri menyebut lurah memiliki posisi strategis sebagai pengendali wilayah di tingkat kelurahan. Karena itu, lurah harus mampu menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat serta memastikan kebutuhan warga dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.

Menurutnya, persoalan yang ditemukan di lapangan tidak harus selalu diselesaikan sendiri oleh lurah. Jika terdapat kendala atau persoalan yang tidak mampu ditangani di tingkat kelurahan, lurah diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk mencari solusi bersama.

Munafri juga mengingatkan bahwa jabatan lurah merupakan amanah yang membutuhkan tanggung jawab dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Aparatur yang merasa tidak mampu menjalankan tugas diminta bersikap terbuka daripada hanya menjalankan tugas secara formalitas.

“Kalau lurah tidak berperan aktif untuk terus turun ke masyarakat atau tidak mampu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, datang kepada kita dan sampaikan. Saya tidak bisa melakukan itu dan saya mundur dari tempat saya. Itu lebih gentle daripada nanti kita datang baru pura-pura kerja,” tegasnya.

Ia menilai indikator penilaian terhadap kinerja lurah dan camat harus diterapkan secara maksimal dan adil. Penilaian tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap aparatur menjalankan tugas sesuai target dan tanggung jawab yang diberikan.

Ditegaskan peningkatan kinerja aparatur di tingkat wilayah dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan Kota Makassar. Lurah dan camat harus memiliki kemampuan kepemimpinan, inovasi serta kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Selain lurah, perhatian serupa juga diberikan kepada camat dan seluruh perangkat pemerintahan di wilayah. Munafri berharap seluruh jajaran mampu meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi dan hadir secara aktif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....