Maulid Akbar Pesisir Makassar, Kemenag Ajak Warga Teladani Rasulullah
- 30 Agt 2026 10:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan pesisir Makassar tahun ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad mengajak masyarakat menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan pesisir.
Pesan tersebut disampaikan Muhammad saat menghadiri Maulid Akbar Pesisir Makassar di kawasan Dermaga Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi akan lebih bermakna apabila nilai yang dibawa Rasulullah diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Muhammad mengatakan kawasan pesisir dan laut merupakan anugerah Allah SWT yang harus dirawat bersama. Ia menilai persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah karena masyarakat juga memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan, “pesisir yang bersih adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT dan bentuk cinta kepada ciptaan-Nya,” ujar Muhammad, dilansir dari keterangan resminya, Sabtu 29 Agustus 2026.
Ia bahkan mengingatkan agar kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada ucapan maupun kegiatan seremonial semata. Menurutnya, perilaku menjaga kebersihan merupakan salah satu bentuk sederhana untuk menerapkan nilai keteladanan dalam Maulid Nabi, “jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah, tetapi lingkungan di sekitar kita justru kita kotori dan rusak,” tegasnya.
Pesan menjaga laut juga disampaikan karena kawasan pesisir memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Banyak keluarga menggantungkan penghasilan dari laut sehingga kebersihan kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga sumber kehidupan, “laut memberikan kehidupan bagi masyarakat pesisir, dari laut banyak keluarga mencari rezeki,” kata Muhammad.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah. Muhammad menegaskan semangat tersebut sejalan dengan nilai ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama, yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi, “mari kita jaga laut dan pesisir ini, jangan menjadikan laut sebagai tempat membuang sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai Maulid Akbar Pesisir bukan sekadar agenda tahunan yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan masyarakat, “kehidupan Nabi inilah yang harus terpatri di dalam kehidupan kita, menjadi contoh dan suri teladan untuk kita semua,” ujar Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk kepemimpinan, kehidupan bermasyarakat dan kepedulian terhadap sesama. Ia menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang memberikan gambaran tentang kehidupan sekaligus keselamatan dunia dan akhirat, “kita mempunyai satu sosok istimewa, sosok yang memberikan gambaran terhadap kehidupan dan keselamatan dunia serta akhirat, yaitu Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi melalui Maulid Akbar Pesisir Makassar berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga di kawasan Dermaga Pelabuhan Paotere. Sejumlah perahu nelayan yang berada di sekitar dermaga turut menjadi bagian dari suasana perayaan, “Maulid Akbar Pesisir tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan,” kata Munafri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Makassar, tokoh agama, MUI Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan peringatan Maulid menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap kehidupan sosial, “kehidupan Nabi inilah yang harus terpatri di dalam kehidupan kita,” ujar Munafri.
Bagi Muhammad, semangat Maulid Nabi seharusnya tidak berakhir setelah rangkaian acara selesai. Ia berharap kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan untuk memperbaiki diri, peduli kepada orang lain dan merawat lingkungan, “mari kita jadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki diri, cintai Rasulullah dengan meneladani akhlaknya, mencintai sesama, dan menjaga alam yang telah Allah titipkan kepada kita,” pungkas Muhammad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....