Sampah Makassar Menggunung, Risiko Besar Mengintai 10 Tahun Lagi

  • 28 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perubahan iklim mulai memberikan dampak yang semakin terasa di berbagai daerah, termasuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Helmy Budiman menilai perubahan iklim tidak seharusnya lagi dipandang sebagai persoalan yang hanya dibahas di tingkat global, karena dampaknya sudah bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, persoalan lingkungan di Makassar memiliki kaitan erat dengan pengelolaan sampah, terutama timbunan sampah yang berada di tempat pembuangan akhir. “Setelah saya pelajari, dan memang kalau kita lihat sekarang tren dunia, mereka sudah duluan berbicara masalah perubahan iklim,” ujarnya dilansir dari pernyataan resminya, Kamis 27 Agustus 2026.

Salah satu perhatian utama berada di kawasan TPA Antang yang menampung timbunan sampah dalam jumlah sangat besar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyebut volume sampah di lokasi tersebut telah mencapai sekitar tujuh juta metrik ton dan menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius.

“Makassar kita, DPA, sudah luar biasa. Sudah ada tujuh juta metric ton di sana,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya, besarnya timbunan sampah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas tempat pembuangan, tetapi juga membawa risiko lingkungan yang perlu diantisipasi.

Ancaman dari timbunan sampah dapat meningkat ketika kondisi cuaca berubah, terutama saat memasuki musim kemarau. “Kalau dia musim kemarau, bisa menjadi potensi bahaya kebakaran,” ujarnya.

Sementara ketika musim hujan tiba, persoalan yang muncul dapat berbeda karena timbunan sampah berpotensi menghasilkan air lindi. “Kalau dia musim hujan, potensi air lindinya juga ada,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Persoalan sampah tersebut pada akhirnya tidak bisa dilepaskan dari pembahasan mengenai perubahan iklim dan ketahanan lingkungan perkotaan. Ia menilai penanganan sampah perlu dilakukan sejak sekarang agar dampaknya tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih berat pada masa mendatang.

“Ini harus diselesaikan dengan segera,” tegasnya. Menurut dia, keputusan dan langkah penanganan yang dilakukan hari ini akan menentukan seberapa besar risiko lingkungan yang harus dihadapi masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengingatkan, persoalan sampah yang dibiarkan tanpa penyelesaian dapat menghadirkan konsekuensi dalam jangka panjang. “Kalau kita tidak selesaikan hari ini, saya yakin dan percaya banyak masalah yang bisa kita timbulkan nanti mungkin lima atau sepuluh tahun yang akan datang,” katanya.

Karena itu, pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi perubahan iklim di Makassar. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menekan potensi kebakaran, mengendalikan air lindi, serta menjaga kualitas lingkungan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....