TKA dan E-Ijazah Jeneponto Disiapkan, Kesiapan Madrasah Diperkuat
- 27 Agt 2026 16:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto menggelar Workshop Tindak Lanjut Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan E-Ijazah se-Kabupaten Jeneponto, Kamis 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan madrasah menghadapi pelaksanaan TKA sekaligus penerapan layanan administrasi pendidikan berbasis digital.
Workshop yang berlangsung di Aula PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jeneponto itu dibuka Kasubbag Tata Usaha Kemenag Jeneponto, Salmah, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Jeneponto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah Rahmawati, Ketua Forkom Jeneponto Nasaruddin beserta anggota, para pengawas, kepala madrasah, dan operator madrasah se-Kabupaten Jeneponto.
“Workshop ini menjadi ruang untuk memastikan seluruh madrasah memiliki pemahaman yang sama dalam mempersiapkan TKA dan E-Ijazah,” ujar Salmah. Ia menilai kesiapan tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga data, sarana pendukung, serta sumber daya manusia yang akan menjalankan proses tersebut.
Persiapan TKA dan E-Ijazah dinilai membutuhkan perhatian sejak tahap awal agar berbagai kendala teknis maupun administratif dapat diminimalkan. “Kita ingin seluruh unsur madrasah benar-benar siap, sehingga pelaksanaan TKA dan pengelolaan E-Ijazah dapat berjalan tertib dan optimal,” kata Salmah.
Dalam workshop tersebut, Hardiyansyah hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan mengenai tindak lanjut persiapan TKA dan implementasi E-Ijazah. Materi yang disampaikan diarahkan pada kesiapan madrasah mengikuti kebijakan sekaligus mengoptimalkan layanan pendidikan yang semakin terintegrasi dengan sistem digital.
“Kesiapan madrasah harus dibangun bersama, terutama dalam memahami tahapan dan teknis pelaksanaan yang berkaitan dengan TKA dan E-Ijazah,” kata Hardiyansyah. Penguatan ini diharapkan membantu kepala madrasah dan operator memahami tugas masing-masing sebelum kebijakan tersebut diterapkan di satuan pendidikan.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jeneponto, Rahmawati, menekankan pentingnya sinergi antara kepala madrasah, operator, guru, dan pihak terkait dalam mempersiapkan TKA dan E-Ijazah. “Persiapan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur di madrasah,” ujar Rahmawati.
Menurut Rahmawati, kesiapan data menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan dalam pelaksanaan layanan pendidikan berbasis digital. “Kemampuan operator dan ketepatan data menjadi bagian penting untuk memastikan layanan pendidikan madrasah berjalan lancar,” katanya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jeneponto, Muhammad Ahmad Jailani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kesiapan madrasah menghadapi pelaksanaan TKA dan penerapan E-Ijazah. “Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan madrasah menghadapi TKA dan penerapan E-Ijazah,” ujar Muhammad Ahmad Jailani.
Ia berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama workshop, tetapi segera menindaklanjutinya di madrasah masing-masing. “Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan menindaklanjuti hasil workshop di madrasah masing-masing agar TKA dan E-Ijazah di Kabupaten Jeneponto berjalan efektif, tertib, dan sesuai regulasi,” pungkasnya.
Pelaksanaan workshop ini sekaligus menjadi momentum bagi madrasah di Jeneponto untuk memetakan kesiapan sebelum memasuki tahapan pelaksanaan TKA dan E-Ijazah. Dengan koordinasi antara pengawas, kepala madrasah, guru, dan operator, proses persiapan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan mengurangi potensi persoalan saat layanan mulai digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....