Marak Penipuan Digital, Warga Desak Polisi Berantas Passobis

  • 26 Agt 2026 13:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Fenomena kejahatan siber berupa penipuan jarak jauh atau yang akrab disapa passobis kembali menjadi sorotan publik di Sulawesi Selatan. Isu sosial yang kian meresahkan ini dikupas dalam program Bari'Basa (Kabar Pagi Obrolan Santai) di frekuensi FM 92.5 MHz Pro 4 RRI Makassar pada Rabu 26, Agustus 2026, mengusung tema Fenomena Passobis, Meresahkan dan Merugikan Lintas Daerah.

Topik utama dalam siaran pagi tersebut merupakan hasil dari liputan Tim Pemberitaan Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar. Liputan ini mengangkat berita tentang Passobis sidrap ditindak oleh Polda Jawa Barat, karena laporan dari masyarakat di jawa barat yang menjadi korban tindak penipuan oleh passobis asal kabupaten Sidrap.

Sindikat Passobis ini terus memperbarui modus operandi mereka seiring pesatnya kemajuan teknologi. Pelaku menawarkan kendaraan dengan harga jauh di bawah pasaran lewat Facebook dan meyakinkan korban dengan berpura-pura menjadi anggota TNI menggunakan seragam dinas saat panggilan video.

Isu kejahatan siber ini kian memanas usai munculnya serangkaian tindakan tegas dari penegak hukum lintas daerah. Salah satu yang paling menyita perhatian public adalah operasi penangkapan pelaku passobis di Kabupaten Sidrap yang dilancarkan oleh aparat kepolisian dari luar wilayah Sulawesi Selatan, hingga memicu diskursus hangat di ruang siar.

Atmosfer siaran Baribasa makin dinamis saat segmen interaktif dibuka bagi para pendengar setia Pro 4 RRI Makassar. Saluran telepon dan pesan singkat langsung dipadati oleh beragam tanggapan, kritik, hingga pengalaman pribadi warga yang merasa dekat sekaligus terancam oleh maraknya praktik kejahatan digital tersebut.

Kritik tajam meluncur dari salah satu pendengar setia bernama Jono terkait kinerja penegakan hukum di wilayah lokal. Jono menilai keberhasilan Polda Jawa Barat dalam meringkus pelaku passobis di wilayah Sidrap merupakan tamparan keras bagi Polda Sulsel dan Polres Sidrap, mengingat banyaknya kasus serupa di dalam daerah yang justru terkesan jalan di tempat.

"Ini tamparan keras untuk Polda Sulsel dan Polres Sidrap. Padahal kalau kita lihat, kejahatan lewat dunia digital sekarang gampang sekali ditelusuri dengan menggunakan sistem cyber, tapi kenapa banyak kasus yang tidak terungkap di kandang sendiri?" tegas Jono saat menyuarakan pendapatnya dalam siaran udara tersebut.

Menyambung nada kritis tersebut, Dg Limpo, pendengar asal Pao Pao, Kabupaten Gowa, membagikan kisah nyatanya saat hampir terperangkap modus perbankan. Ia menceritakan pernah menerima pesan WhatsApp yang mengklaim dirinya menang undian bank ternama, di mana pelaku meminta transferan uang sebagai syarat biaya administrasi sebelum hadiah bisa dicairkan.

Tanggapan senada datang dari Agus, warga Kota Makassar kelahiran Sidrap, yang mengaku resah sekaligus malu atas stigma yang melekat pada daerah asalnya. Agus menegaskan masyarakat tidak boleh tutup mata atas fakta tersebut dan mendesak kepolisian segera memberantas jaringan passobis yang terorganisir rapi di Sidrap agar nama baik kampung halamannya dapat dipulihkan.

Melalui ruang siar interaktif ini, Pro 4 RRI Makassar mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap skema penipuan digital yang makin bervariasi. Di samping itu, penguatan sinergi dan evaluasi total aparat penegak hukum diharapkan mampu memutus rantai sindikat passobis hingga ke akarnya demi menjamin rasa aman publik secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....