Dari 33 Jadi 117 Kafilah, MTQ VIII KORPRI Pulang Kampung ke Makassar
- 25 Agt 2026 10:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Tribun Karebosi, Kota Makassar, Senin 24 Agustus 2026 malam. Ajang dua tahunan tersebut diikuti 117 kafilah yang berasal dari 38 provinsi serta 79 kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi. Jumlah peserta dan official yang tercatat mencapai 1.157 orang.
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI di Makassar memiliki makna yang sangat istimewa. Sebab, Kota Makassar merupakan tempat pertama kali MTQ KORPRI Nasional digelar pada 2012.
"Saya ingin bernostalgia, 2012 MTQ pertama kali yang diselenggarakan oleh KORPRI itu dilakukan di Kota Makassar. Dan hari ini MTQ pulang kampung," kata Zudan dalam sambutannya.
Menurutnya, perjalanan MTQ KORPRI menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Saat pertama kali dilaksanakan pada 2012, ajang tersebut hanya diikuti 33 kafilah. Kini jumlah peserta meningkat hampir empat kali lipat menjadi 117 kafilah dari seluruh Indonesia.
"MTQ pertama diikuti oleh 33 kafilah dan hari ini naik empat kali lipat diikuti oleh 117 kafilah," ujarnya.
Zudan menilai peningkatan jumlah peserta mencerminkan semakin tingginya antusiasme aparatur sipil negara (ASN) dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di lingkungan birokrasi. Ia menjelaskan, perkembangan MTQ KORPRI tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari bertambahnya cabang perlombaan.
Jika pada pelaksanaan awal cabang yang dipertandingkan masih terbatas, kini telah berkembang dengan hadirnya cabang doa, azan, khotbah, karya tulis ilmiah Al-Qur'an, hingga baca dan cipta puisi Islami. "Itulah mengapa lahir cabang-cabang baru seperti doa, azan, khotbah, kemudian penulisan ilmiah, dan baca serta cipta puisi Islami," jelasnya.
Pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional tahun ini dipusatkan di dua daerah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Di Makassar diperlombakan cabang tilawah, tartil, hafalan Al-Qur'an, dakwah, doa, azan, khotbah Jumat, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur'an.
Sementara di Pangkep digelar perlombaan haflah tilawah, kaligrafi, hafalan hadis, serta baca dan cipta puisi Islami. Menurut Zudan, pembagian lokasi perlombaan juga menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui meningkatnya tingkat hunian hotel dan aktivitas perdagangan selama pelaksanaan MTQ.
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Pangkep yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Nasional. Pada kesempatan tersebut, Zudan juga menyampaikan pamitan. Ia mengungkapkan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menjadi penyelenggaraan terakhir yang dipimpin jajaran pengurus KORPRI saat ini setelah mengabdi selama 12 tahun.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam sekaligus menyampaikan pamitan dari saya dan seluruh pengurus karena kesempatan ini adalah kesempatan terakhir kami menyelenggarakan MTQ seperti ini. Dua tahun lagi akan diselenggarakan oleh pengurus yang baru," katanya.
Ia berharap kepengurusan KORPRI berikutnya dapat melanjutkan semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di kalangan ASN serta terus mengembangkan MTQ KORPRI sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual aparatur negara. "Makassar bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi saksi perkembangan MTQ KORPRI dari 33 kafilah hingga kini mencapai 117 kafilah, sekaligus menjadi panggung regenerasi kepengurusan KORPRI nasional," tutup Zudan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....