CEO IBR Bawa Tiga Gagasan Strategis, Makassar Dibidik Tembus Pasar Global

  • 24 Agt 2026 19:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar internasional melalui kolaborasi dengan Indonesia Business Relations (IBR). Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin 24 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Imat Badruddin memaparkan berbagai peluang pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif, hospitality, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di pasar global. Imat yang merupakan diaspora Indonesia dan berbasis di New York, Amerika Serikat, menilai Makassar memiliki modal yang kuat untuk menjadi kota yang terkoneksi dengan pasar internasional.

"Makassar tidak mulai dari nol. Kota ini sudah memiliki banyak modal dan saatnya melangkah lebih jauh," ujarnya.

Menurutnya, posisi strategis Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur, didukung keberadaan perguruan tinggi, sektor perdagangan yang berkembang, serta potensi pariwisata yang besar menjadi kekuatan utama yang perlu dimaksimalkan.

Ia menilai berbagai potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah apabila dikemas melalui strategi yang tepat. Dalam paparannya, Imat menawarkan tiga gagasan strategis, yakni Experience Makassar, Creative Outsourcing Center, dan Makassar Hub.

Konsep Experience Makassar difokuskan pada pengembangan pengalaman wisata yang lebih menarik bagi wisatawan mancanegara melalui penguatan ekosistem pariwisata.

Sementara Creative Outsourcing Center dirancang sebagai wadah yang menghubungkan talenta kreatif lokal dengan kebutuhan industri global, bukan menjadi pesaing bagi pelaku industri kreatif yang telah ada.

"Talenta yang ada di Makassar justru kita hubungkan dengan kebutuhan industri di luar negeri, sehingga mereka bisa bekerja untuk pasar global tanpa harus meninggalkan daerah," katanya.

Adapun Makassar Hub diharapkan menjadi pintu masuk promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional melalui jejaring yang dimiliki IBR.

Imat mengatakan, produk UMKM yang telah memenuhi standar ekspor dapat diperkenalkan ke pasar luar negeri setelah melalui proses kurasi, baik terhadap kualitas produk maupun kesiapan pelaku usaha.

"Kalau punya produk yang sudah memenuhi standar ekspor, kami siap membantu memperkenalkannya ke pasar internasional. Yang dikurasi bukan hanya pelakunya, tetapi juga kualitas produknya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya strategi keberlanjutan dalam pemasaran internasional. Menurutnya, keberhasilan mengikuti pameran tidak hanya ditentukan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga pada tindak lanjut setelah pameran selesai.

"Kunci keberhasilan pameran justru setelah pameran berakhir, bagaimana menjaga komunikasi dengan calon pembeli dan memastikan produk tetap tersedia," katanya.

Karena itu, keberadaan jejaring pemasaran atau hub di negara tujuan dinilai penting agar promosi produk lokal dapat berlanjut secara berkesinambungan.

Imat berharap berbagai potensi yang telah dimiliki Makassar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta memperluas akses produk dan jasa lokal ke pasar global.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas jejaring kolaborasi guna mendorong pengembangan sektor pariwisata, UMKM, industri kreatif, serta meningkatkan daya saing SDM di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....