Media Sosial Jadi Strategi Promosi Kuliner Tradisional Sulsel
- 23 Agt 2026 17:56 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Perkembangan media sosial dinilai membuka peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan kuliner tradisional sekaligus destinasi wisata yang belum banyak diketahui masyarakat. Konten digital dinilai mampu menjadi pemantik wisatawan untuk datang dan mencoba langsung pengalaman yang ditawarkan setiap daerah.
Perwakilan Bidang Promosi dan Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Nurliana, mengatakan media sosial kini menjadi salah satu sarana penting dalam memperkenalkan potensi wisata dan kuliner daerah kepada masyarakat luas.

“Sekarang promosi tidak harus menunggu orang datang dulu. Kita bisa memperkenalkan potensi yang kita punya melalui media sosial, sehingga orang bisa melihat dan kemudian tertarik untuk datang langsung,” ujar Nurliana.
Menurutnya, berbagai potensi daerah perlu diperkenalkan sejak awal melalui konten yang menarik sehingga dapat membangun ketertarikan calon wisatawan. Promosi digital juga memungkinkan informasi mengenai destinasi dan kuliner lokal menjangkau masyarakat di luar Sulawesi Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Instagram dan TikTok menjadi sejumlah platform yang dinilai efektif untuk memperkenalkan potensi wisata dan kuliner. Pemerintah daerah juga dapat berkolaborasi dengan kreator konten maupun influencer yang memiliki kemampuan mengemas potensi lokal menjadi konten yang menarik.
“Media sosial itu sekarang sangat membantu, apalagi dengan adanya kreator-kreator yang bisa mengemas sebuah destinasi atau kuliner menjadi konten yang menarik. Dari situ orang yang sebelumnya tidak tahu bisa menjadi tahu,” jelasnya.
Nurliana mencontohkan keberadaan Gastronusa yang turut mengangkat kuliner tradisional Sulawesi Selatan. Media independen tersebut tidak hanya mendokumentasikan makanan, tetapi juga menelusuri asal-usul dan resep tradisional dengan mendatangi masyarakat lokal.
Menurutnya, upaya tersebut memiliki nilai penting karena banyak resep tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Ketika tidak didokumentasikan, pengetahuan mengenai resep dan kuliner lokal dikhawatirkan dapat hilang seiring waktu.
“Banyak resep tradisional yang sebenarnya diwariskan secara turun-temurun. Ketika tidak didokumentasikan, lama-kelamaan bisa saja hilang. Karena itu, ketika ada yang mendokumentasikan dan mencari langsung ke masyarakat, itu juga menjadi bagian dari pelestarian,” ungkapnya.
Selain promosi kuliner, media sosial juga membantu memperkenalkan berbagai hidden gem di Sulawesi Selatan. Sejumlah destinasi yang sebelumnya belum banyak dikenal dapat menjadi viral setelah diunggah oleh kreator maupun wisatawan yang berkunjung.
Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong pemerintah kabupaten/kota memperkuat kemampuan promosi digital. Kreativitas dalam membuat konten dinilai penting agar informasi mengenai wisata dan kuliner lokal dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Nurliana berharap kolaborasi antara pemerintah, media, kreator konten, pelaku UMKM, dan masyarakat semakin diperkuat. Promosi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....