DLHK Sulsel Perkuat Patroli Cegah Karhutla Meluas
- 20 Agt 2026 13:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau. Patroli dan pemantauan dilakukan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Langkah tersebut melibatkan lintas sektor dan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel Kasman mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, KPH, dan masyarakat dilibatkan dalam penanganan. “Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan,” kata Kasman, Kamis 20 Agustus 2026
Sejumlah titik kebakaran di Luwu Raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja, dan Gowa telah dipadamkan. Kebakaran di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dilaporkan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran juga sempat terjadi di Kota Parepare dan telah mendapat penanganan
Kasman mengatakan petugas masih melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi kebakaran. Pendataan dilakukan untuk mengetahui luasan lahan yang terdampak, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. “Titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya.
Penanganan di lapangan juga mendapat dukungan kelompok tani dan masyarakat. Dukungan diperlukan terutama ketika titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau. Petugas menggunakan backpack fire pump untuk memadamkan api secara manual di kawasan dengan akses terbatas.
Kasman mengingatkan masyarakat tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan. Serasah dan semak yang mengering mudah terbakar serta dapat memicu api merembet ke hutan dan permukiman. “Kami mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas dan tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan miliknya,” katanya.
DLHK Sulsel bersama KPH dan pemerintah daerah terus melakukan patroli dan sosialisasi. Posko kesiapsiagaan Karhutla juga tersedia di setiap kabupaten untuk memperkuat koordinasi dan respons cepat. “Hampir semua wilayah Sulsel mengalami kekeringan, sehingga serasah dan semak yang kering sangat rentan terbakar,” pungkas Kasman. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....