Kemarau Panjang, Pemprov Sulsel Perkuat Pencegahan Karhutla
- 20 Agt 2026 14:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Imbauan disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah wilayah Sulsel. Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang semakin menguat.
Sejumlah kejadian kebakaran telah terjadi di beberapa daerah Sulsel. BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja dengan luas terdampak sekitar 15 hektare. Penanganan juga dilakukan di Gunung Enrekang dan kawasan Malino, Kabupaten Gowa.
Tim gabungan TNI-Polri, Damkar, DLHK, dan KPH Kehutanan terlibat dalam penanganan kebakaran. Gubernur mengapresiasi respons cepat seluruh unsur di lapangan. “Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran,” ajak Andi Sudirman.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Termasuk membakar lahan sembarangan dan membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api. “Mari kita jaga lingkungan kita bersama, pencegahan lebih baik daripada menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Andi Sudirman, sinergi pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat sangat diperlukan. Kolaborasi tersebut penting untuk mencegah api meluas di tengah kondisi kemarau dan risiko El Nino. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Kepala DLHK Sulsel Kasman mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota, sektor swasta, serta masyarakat perlu bergerak bersama. “Semua unsur terkait, baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, termasuk sektor swasta,” katanya.
Kasman menyebut sejumlah lokasi kebakaran telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama berbagai pihak. Tim masih melakukan pemantauan, evaluasi, pendataan luasan area terbakar, serta edukasi kepada masyarakat. “Alhamdulillah, titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi,” pungkasnya.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....