Pemprov Sulsel Terus Kawal Pembebasan Kru Kapal MT Honour25

  • 20 Agt 2026 13:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan terus memantau proses pembebasan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan kru kapal tanker MT Honour 25 yang sampai saat ini belum dibebaskan oleh perompak Somalia, pasca dibajak pada April 2026 lalu. Kepala Disnekertrans Sulsel Jayadi Nas menyatakan komunikasi terus dilakukan memastikan kondisi dari warga Sulsel yang merupakan kapten kapal, Ashari Samidikun.

Seperti diketahui, empat bulan lamanya kapal tanker MT Honour 25 di bajak oleh perompak Somalia, saat membawa muatan minyak dari Oman ke Somalia. Kapal tersebut membawa sekitar 18 kru, termasuk empat Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satunya Ashari Samadikun, 33 tahun, warga Sulawesi Selatan.

Hingga kini, kapal dan seluruh kru masih berada dalam penguasaan perompak. Pemerintah terus berupaya memantau kondisi para WNI di kapal tersebut, dan memastikan mereka dapat segera dibebaskan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas, Rabu 19 Agustus 2026.

Ia mengatakan kondisi kesehatan kru kapal termasuk warga Sulsel Ashari mulai menurun karena kurangnya pasokan makanan. “Kondisi kapten mulai sedikit terganggu karena pasokan makanan terbatas,” ujar Jayadi.

Lebih jauh, ia menyatakan komunikasi terus dilakukan dengan semua pihak yang terkait termasuk dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Namun, proses pembebasan kapal menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait status kapal yang sedang disewa sebuah perusahaan minyak.

Menurut Jayadi, pemilik kapal yang menyewa MT Honour 25 terus melakukan negosiasi dengan perompak Somalia. Namun, hingga kini belum ada hasil dari proses negosiasi tersebut. Perompak juga disebut hanya bersedia berkomunikasi dengan pihak tertentu.

Pemerintah Sulsel terus menerima pembaruan mengenai kondisi WNI yang berada di kapal. KBRI Nairobi, Kenya, tetap berkomunikasi dengan Ashari untuk memantau kondisi kru dan perkembangan negosiasi. “Kami terus mendapat update kondisi WNI di kapal tersebut,” kata Jayadi.

KBRI Nairobi juga berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Somalia. Upaya tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai opsi penyelesaian kasus. Pemerintah juga memperluas jejaring komunikasi dengan pihak-pihak yang dinilai dapat membantu proses negosiasi.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....