Irigasi Bulukumba Diperbaiki, Petani Harap Panen Tiga Kali

  • 30 Sep 2026 22:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bulukumba - Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan progres. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Multi Years Project (MYP) Paket 1 Pemprov Sulsel 2025–2027. Pekerjaan telah mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total 2,5 kilometer. Jaringan ini ditargetkan mengairi sekitar 1.200 hektare lahan persawahan.

Kepala Desa Bontonyeleng Andi Baso Mauragawali mengatakan irigasi tersebut tidak hanya membantu lahan yang sudah digarap. Infrastruktur ini juga berpotensi membuka lahan pertanian baru setelah seluruh pekerjaan rampung.

Menurutnya, ketersediaan air dapat meningkatkan produksi pertanian masyarakat. “Selain bisa mengaliri lahan saat ini, juga bisa mengaliri lahan baru apabila pekerjaan ini sudah selesai,” kata Andi Baso, Selasa 29 September 2026

Petani Desa Bontonyeleng Jamaluddin mengatakan sebelumnya jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan di bagian hilir. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan meningkatkan frekuensi tanam. Dengan pembangunan irigasi, petani berharap dapat meningkatkan pola tanam dari dua menjadi tiga kali setahun. “Dengan adanya irigasi ini, dari potensi garap sawah dua kali mudah-mudahan bisa sampai tiga kali nanti,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, peningkatan frekuensi tanam dapat berdampak terhadap pendapatan petani. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan Pemprov Sulsel terhadap pembangunan jaringan irigasi tersebut. Infrastruktur ini penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di dua desa. “Terima kasih khusus kepada Pemerintah Provinsi dan Bapak Gubernur atas bantuan ke desa kami,” katanya.

Petani muda Desa Bontonyeleng Madasari menilai pembangunan irigasi juga membuka peluang bagi generasi muda. Ketersediaan infrastruktur pertanian dinilai dapat mendorong anak muda tetap tinggal dan mengembangkan usaha di desa. Menurutnya, pertanian masih memiliki potensi ekonomi jika didukung sarana memadai. “Dengan adanya bantuan ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa,” kata Madasari.

Pemprov Sulsel mengalokasikan sekitar Rp780 miliar untuk rehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani sekitar 54 ribu hektare sawah. Program tersebut mencakup sejumlah daerah di Sulsel, termasuk Bulukumba, Gowa, Maros, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, hingga Luwu Timur. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan program tersebut dilakukan karena sebagian jaringan irigasi mengalami penurunan fungsi. Penormalan jaringan diharapkan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian.

Andi Sudirman menyebut ketersediaan air memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. Peningkatan tersebut diharapkan berdampak pada produksi sekaligus pendapatan petani. Pemerintah juga terus mendorong perbaikan infrastruktur pendukung pertanian secara bertahap. “Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen,” kata Andi Sudirman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....