Ajaran Buddha Tegaskan Karma Bukan Alasan untuk Menyerah

  • 19 Agt 2026 19:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ajaran Buddha menegaskan karma bukan alasan untuk berhenti berusaha memperbaiki hidup. Pernyataan ini disampaikan dalam program Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 18 Agustus 2026. Wakil Sekretaris PERMABUDHI Kota Makassar, Upasaka Enrique Justine Sun, B.CompSc., C.DhA., menjelaskan istilah spiritual bypassing atau pelarian spiritual. Ia menyebut fenomena itu muncul ketika seseorang menghindari kenyataan dengan dalih spiritual.

"Karma berarti perbuatan yang dilakukan dengan kehendak atau niat, bukan nasib yang memaksa seseorang," ujar Enrique Justine Sun dalam siaran tersebut.

Ia menerangkan kehidupan saat ini dipengaruhi masa lalu, tetapi juga dibentuk oleh tindakan yang dilakukan hari ini. Karma disebutnya sebagai hukum sebab akibat yang dinamis, bukan takdir yang tetap dan tak bisa diubah.

Enrique menyebut ajaran Buddha justru menekankan usaha melalui konsep wiriya atau semangat juang. Usaha benar atau samma wayama disebutnya salah satu unsur penting dalam jalan mulia berunsur delapan. "Kemajuan spiritual tidak terjadi hanya dengan berharap atau menunggu karma berubah dengan sendirinya," ujarnya.

Ia mencontohkan pemuda yang berulang kali gagal melamar kerja lalu menyerah dengan dalih karma. Menurutnya sikap itu berbeda dengan orang yang memahami karma sekaligus tetap berusaha memperbaiki diri. "Setiap kata yang lembut dan setiap usaha memperbaiki hubungan adalah karma baru yang sedang ditanam," katanya, mencontohkan pasangan suami istri yang berkonflik bertahun-tahun.

Enrique mengingatkan bahwa memahami karma seharusnya membuat seseorang lebih bertanggung jawab, bukan menyerah pada keadaan. Harapan akan perubahan menurutnya selalu disertai tanggung jawab untuk berusaha.

Ia menutup penjelasannya dengan mengajak umat Buddha terus menciptakan sebab-sebab baru yang lebih baik selama masih ada kesempatan. Selama masih ada kesadaran, perubahan disebutnya tetap mungkin terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....