Umat Buddha Sulsel Bergerak, Satu Ton Beras Disalurkan untuk Korban Gempa NTT

  • 19 Agt 2026 07:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan umat Buddha di Sulawesi Selatan. DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan bersama DPD Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Sulsel dan CPS Group menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa satu ton beras untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Divisi Infanteri 3 Kostrad untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Justin Prawira Liem yang mewakili DPD WALUBI Sulsel kepada Letkol Inf. Sultan yang mewakili Divisi Infanteri 3 Kostrad. Penyerahan berlangsung di Sekretariat WALUBI Sulsel, Jalan Kajaolalido, Makassar, Selasa 18 Agustus 2026.

Ketua DPD KCBI Sulsel, Erdy Wijaya, turut hadir mendampingi penyerahan bantuan sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut. Justin Prawira Liem mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian WALUBI Sulsel kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian WALUBI Sulsel terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Di tengah situasi penuh tantangan, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi kekuatan untuk saling menguatkan dan membantu meringankan beban sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Erdy Wijaya berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak maupun perbedaan. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pesan bahwa masyarakat NTT tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat terdampak. Ini juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit. Karena kepedulian tidak mengenal batas. Bersama, kita hadir untuk kemanusiaan,” tutur Erdy.

Apresiasi juga disampaikan Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo. Ia menilai aksi yang dilakukan WALUBI Sulsel bersama KCBI Sulsel dan CPS Group tidak sekadar memberikan bantuan material, tetapi juga mencerminkan nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian umat Buddha terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan semangat berbagi perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana,” ujar Sumarjo.

Ia berharap kolaborasi antara organisasi keagamaan, komunitas, dan berbagai pihak dalam aksi kemanusiaan dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting agar manfaat yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini menjadi contoh bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian dapat menjadi kekuatan untuk bangkit bersama setelah bencana,” pungkasnya.

Penyaluran satu ton beras tersebut menjadi bagian dari aksi solidaritas lintas elemen masyarakat Sulawesi Selatan untuk membantu warga NTT. Di tengah situasi pascabencana, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....