Upacara HUT RI di SD Islam Athirah Racing Centre Tanamkan Nasionalisme
- 17 Agt 2026 16:29 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR - SD Islam Athirah Racing Centre menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Lapangan Bundar SD Islam Athirah Racing Centre.
Upacara diikuti guru dan karyawan se-Athirah Racing Centre serta siswa kelas IV hingga VI. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus momentum menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme di lingkungan pendidikan.
Kepala SD Islam Athirah Racing Centre, H. Muhammad Azis, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. “Terima kasih karena khidmat mengikuti upacara. Itu artinya, ada jiwa nasionalisme, ada jiwa patriotisme. Ketika kita sudah menggunakan merah putih, artinya cinta kita kepada negeri ini tidak ditawar-tawar lagi,” ujar Azis.
Menurutnya, 81 tahun kemerdekaan Indonesia merupakan perjalanan panjang yang perlu dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memahami kembali perjuangan bangsa sekaligus melihat peran generasi saat ini dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Azis membagi perjalanan bangsa Indonesia ke dalam dua fase, yakni perjuangan merebut kemerdekaan serta perjuangan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Pada fase pertama, ia mengajak peserta mengingat kembali pengorbanan para pahlawan, termasuk tokoh-tokoh yang berasal dari Sulawesi Selatan. Salah satunya Sultan Hasanuddin yang dikenal memiliki keberanian dan semangat patriotisme dalam menghadapi penjajahan.
“Banyak pahlawan yang lahir dari tanah Sulawesi. Yang paling terkenal yaitu Pahlawan Sultan Hasanuddin. Itu menandakan orang Sulawesi punya jiwa patriotisme,” katanya.
Sementara pada fase kedua, Azis menekankan bahwa perjuangan generasi sekarang diwujudkan melalui kontribusi sesuai dengan peran masing-masing. Bagi siswa, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, serta menerapkan sikap yang mencerminkan nilai patriotisme. “Sebagai siswa, bagaimana kita belajar dengan baik. Jika melakukan sebaliknya, artinya dia tidak punya nilai persatuan, tidak punya nilai patriotisme,” jelasnya.
Bagi guru dan karyawan, pengabdian melalui pekerjaan yang dilakukan secara profesional dan tulus juga merupakan bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan. “Untuk umi ustadz, kita mengisi kemerdekaan dengan mengajar dengan baik, dengan bekerja dengan niat tulus. Itu sudah termasuk mengisi kemerdekaan di fase kedua,” tutur Azis.
Upacara tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar SD Islam Athirah Racing Centre untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan. Kemerdekaan dinilai tidak berhenti pada perjuangan para pahlawan terdahulu, tetapi harus dilanjutkan melalui pendidikan, pengabdian, persatuan, dan kontribusi nyata.
Menutup amanatnya, Azis berharap seluruh peserta terus menjaga semangat nasionalisme dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. “Semoga kita bisa merdeka sepenuhnya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....