ASN Kemenkum Sulsel Diminta Mawas Diri Terhadap Keamanan Data Pribadi
- 16 Agt 2026 21:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — ASN Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) diminta untuk semakin mawas diri dalam menjaga keamanan data dan privasi saat beraktivitas di ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Muhammad Taufiq, Pranata Komputer Ahli Muda Kanwil Kemenkum Sulsel, dalam sosialisasi Keamanan Data dan Privasi Digital pada pelaksanaan apel sore secara virtual, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Corporate University di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulsel, dengan menjadikan apel sore sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pegawai terhadap isu yang relevan dengan pelaksanaan tugas kedinasan.
Dalam pemaparannya, Taufiq menjelaskan bahwa keamanan data tidak hanya bergantung pada sistem atau perangkat teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor manusia. Kelalaian pengguna, penggunaan kata sandi yang lemah, human error, phishing, hingga social engineering merupakan sejumlah celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan maupun penyalahgunaan data.
“Keamanan data dan privasi merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus mawas diri terhadap setiap aktivitas di ruang digital karena satu kelalaian dapat membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengakses atau menyalahgunakan data,” ujar Taufiq.
Ia juga mengingatkan pegawai untuk mengenali berbagai bentuk penyalahgunaan data pribadi, mulai dari penjualan data, pembuatan akun palsu, phishing, smishing, hingga scam. Karena itu, setiap pegawai perlu membatasi jejak digital serta lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi maupun kedinasan melalui platform digital.
Menurutnya, perlindungan akun juga perlu menjadi perhatian, termasuk dengan menggunakan kata sandi yang kuat, tidak mudah membagikan informasi autentikasi, serta memastikan tautan atau pesan yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya. Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sulsel, Meydi Zulqadri, menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran keamanan digital perlu menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kewaspadaan setiap pegawai dalam menggunakan perangkat dan layanan digital.
“Setiap ASN harus memiliki kesadaran bahwa data yang kita kelola, baik data kedinasan maupun data pribadi, merupakan sesuatu yang harus dijaga. Jangan sampai kemudahan teknologi justru menjadi celah karena kurangnya kehati-hatian kita sebagai pengguna,” ujar Meydi.
Meydi menambahkan, edukasi mengenai keamanan data dan privasi menjadi penting karena ancaman di ruang digital terus berkembang. Karena itu, pembelajaran melalui Corporate University diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, dalam kesempatan terpisah. Ia menegaskan bahwa keamanan data merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional di era digital. “Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga keamanan data dan privasi. Setiap pegawai harus menjadi bagian dari sistem perlindungan tersebut dengan membangun kebiasaan digital yang aman, cermat, dan bertanggung jawab,” tegas Andi Basmal. Sabtu, 15 Agustus 2026.
Andi Basmal menilai, semakin tinggi pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan hukum, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan setiap pegawai memahami risiko keamanan digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....