Dari Hablum Minallah ke Hablum Minal ‘Alam: Menjaga Lingkungan sebagai Amanah Ilahi

  • 15 Agt 2026 07:57 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Pemahaman sebagian besar umat Islam terhadap konsep ibadah dinilai masih sering terjebak dalam sudut pandang yang sempit, yaitu sebatas pada ritual formal seperti salat, puasa, dan haji. Padahal, ajaran Islam juga secara tegas mewajibkan manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup atau yang dikenal dengan istila EKo Teologi Islam, Hal tersebut disampaikan oleh Da'i Ikatan Da'i Muda Indonesia (IDMI), Ustadz Nur Muhammad Maulana Haznur, S.Pd., M.Pd., saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Nuansa Fajar di Pro 4 RRI Makassar FM 92.5 MHz, Jumat 14 Agustus 2026.

Mengangkat tema "Hubungan Manusia dengan Tuhan Berbanding dengan Hubungan Manusia dengan Alam", Ustadz Nur Muhammad menerangkan bahwa hubungan vertikal manusia kepada Allah SWT (hablum minallah) tidak dapat dipisahkan dari hubungan horizontal terhadap alam sekitar (hablum minal 'alam). Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian utuh dari nilai-nilai keimanan yang selama ini kerap terabaikan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Ustadz Nur Muhammad Maulana Haznur, S.Pd., M.Pd., saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Nuansa Fajar di Pro 4 RRI Makassar FM 92.5 MHz, Jumat 14 Agustus 2026 dengan Hos t : Richard

Dalam pemaparannya, ia menyayangkan masih maraknya pandangan keagamaan yang mengesampingkan isu kelestarian ekosistem dan alam semesta.

"Karena kita menganggap bahwa ibadah ritual adalah satu-satunya cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita terlalu menyempitkan nilai-nilai ibadah. Padahal, Islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, melainkan juga dengan seluruh ciptaan-Nya. Menjaga lingkungan hidup sesungguhnya adalah bagian mendasar dari keimanan yang diajarkan dalam Al-Qur'an," ujar Ustadz Nur Muhammad.

Ustadz Nur Muhammad kemudian membedah landasan teologis ekologi dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-Fatihah ayat kedua, Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin. Ia menjelaskan bahwa kata Rabb tidak sekadar bermakna 'Tuhan' atau 'Pemilik' secara pasif, melainkan mengandung arti Zat yang Maha Pengatur, Pemelihara, dan Pengelola seluruh alam semesta yang prosesnya berlangsung terus-menerus tanpa henti setiap detiknya.

Ia menilai akar dari kerusakan lingkungan saat ini berawal dari paradigma antroposentris, di mana manusia selalu menganggap dirinya sebagai pusat atau pemilik utama alam semesta. Pandangan keliru ini membuat manusia memperlakukan alam semata-mata sebagai objek yang bebas dieksploitasi, padahal Allah menciptakan alam beserta seluruh ekosistemnya untuk mendampingi kehidupan manusia dalam prinsip keseimbangan.

Lebih lanjut, penceramah IDMI ini menegaskan bahwa tindakan merusak lingkungan merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap tatanan yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta.

"Ketika manusia merusak alam, mencemari sungai, dan menghancurkan ekosistem, sesungguhnya ia sedang merusak tatanan yang dipelihara langsung oleh Allah SWT. Manusia diberi amanah oleh Allah SWT bukan sekadar untuk menikmati segala fasilitas bumi, melainkan untuk menjaga dan memelihara keseimbangan tatanan tersebut," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa maraknya bencana ekologis dan kerusakan alam saat ini merupakan konsekuensi langsung dari kelalaian manusia dalam menjalankan peran kekhalifahan di bumi. Ketika manusia mengabaikan kewajiban memelihara alam dan hanya menuntut pemenuhan kebutuhan secara serakah, ketidakseimbangan ekosistem pada akhirnya akan membawa dampak buruk kembali kepada kehidupan manusia itu sendiri.

Mengakhiri pemaparannya pada Obrolan Nuansa Fajar Pro 4 RRI Makassar, Ustadz Nur Muhammad mengimbau seluruh masyarakat dan pendengar Pro 4 RRI Makassar untuk mulai merefleksikan ajaran agama secara holistik. Menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, serta tidak merusak ekosistem sekitar hendaknya dimaknai sebagai wujud ibadah nyata dan pembuktian rasa syukur atas karunia Sang Maha Pencipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....