Kelola Keuangan dengan Bijak, Pahami Pendapatan hingga Prioritas Kebutuhan
- 14 Agt 2026 21:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- Mengelola keuangan bukan hanya tentang seberapa besar pendapatan yang diterima, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengatur setiap pemasukan dan pengeluaran secara bijak. Kebiasaan mengelola keuangan sejak dini menjadi langkah penting agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi sekaligus mempersiapkan kondisi finansial untuk masa depan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Program Acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, pada hari Kamis 13 Agustus 2026, bersama Fatmawaty Podungge, Asisten Manajer Senior OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dalam perbincangan tersebut, masyarakat diajak memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan yang sederhana, namun dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
Langkah pertama adalah memahami pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan merupakan uang yang diterima, sedangkan pengeluaran adalah uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan maupun membeli sesuatu. Dengan mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat melihat kondisi keuangannya secara lebih jelas.
Selanjutnya, membuat perencanaan keuangan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, baik mingguan maupun bulanan. Kebutuhan yang bersifat wajib seperti makanan, transportasi, pendidikan, dan kebutuhan rumah tangga perlu dianggarkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu kondisi keuangan.
“Mengelola keuangan itu sebenarnya dimulai dari hal-hal sederhana, yaitu mengetahui berapa pendapatan kita, berapa pengeluaran kita, kemudian membuat perencanaan. Kita juga harus bisa menentukan mana kebutuhan dan mana keinginan. Yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri untuk ‘menyisihkan, bukan menyisakan’, artinya uang untuk tujuan tertentu dipisahkan sejak awal, bukan menunggu ada sisa di akhir,” ujar Fatmawaty Podungge.
Selain itu, penting untuk menentukan kebutuhan dan keinginan dengan membuat skala prioritas. Kebutuhan seperti makanan, transportasi, biaya pendidikan, dan peralatan sekolah harus didahulukan dibandingkan keinginan yang sifatnya tidak mendesak. Menetapkan target dan tenggat waktu juga dapat membantu seseorang lebih disiplin dalam mencapai tujuan finansial.
Prinsip “sisihkan bukan sisakan” menjadi kebiasaan sederhana yang memiliki makna besar. Menyisihkan berarti memisahkan sejumlah uang sejak awal untuk tujuan tertentu, seperti tabungan, investasi, atau dana darurat. Sementara menyisakan berarti menggunakan uang terlebih dahulu dan baru menabung apabila masih terdapat sisa. Kebiasaan menyisihkan dinilai dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam mencapai tujuan keuangan.
Dalam pengelolaan keuangan secara umum, terdapat gambaran alokasi yang dapat dijadikan referensi, yakni 40 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk cicilan atau utang, 20 persen untuk tabungan dan investasi, serta 10 persen untuk dana darurat. Namun, pembagian tersebut bukanlah aturan yang mutlak karena kondisi dan kebutuhan setiap orang berbeda.
Karena itu, pengelolaan keuangan perlu disesuaikan dengan pendapatan, jumlah tanggungan, kebutuhan, serta kondisi masing-masing individu. Dengan perencanaan yang baik, menentukan skala prioritas, dan membiasakan diri menyisihkan uang sejak awal, masyarakat dapat membangun kondisi keuangan yang lebih sehat dan terarah.
Mengelola keuangan bukan soal memiliki pendapatan besar, tetapi tentang bagaimana mengatur pendapatan yang dimiliki dengan bijak dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....