Pemprov Sulsel Genjot Potensi Buah Unggulan Berkelanjutan

  • 13 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya mengoptimalkan potensi sektor hortikultura melalui program pengembangan tanaman buah berkelanjutan. Langkah ini diambil mengingat topografi wilayah Sulsel yang sangat beragam, mulai dari kawasan dataran rendah hingga pegunungan, menyimpan potensi besar bagi sektor pertanian.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Sarijuddin dalam Program Pro 1 RRI Makassar pada Selasa, 11 Agustus 2026 menyebut wilayah tersebut sangat cocok untuk pengembangan komoditas buah-buahan unggulan yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing pasar tinggi. Pengembangan sektor hortikultura menjadi prioritas strategis karena dampaknya yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Sarijuddin mengatakan pemerintah daerah merancang program ini untuk mencapai sejumlah sasaran utama, seperti peningkatan produktivitas serta pemenuhan standar mutu hasil panen. Selain itu, langkah ini ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan petani, menyediakan lapangan kerja baru, dan mendorong kemitraan usaha yang kuat.

Untuk mencapai target tersebut, terdapat enam komoditas buah utama yang rutin menjadi fokus intervensi dan bantuan pemerintah setiap tahunnya. Komoditas tersebut meliputi durian, jeruk keprok, jeruk besar, manggis, pisang, serta beberapa jenis tanaman buah pendukung lainnya. Pemerintah mendistribusikan bantuan bibit dan sarana produksi ini secara berkala guna mendukung para petani di berbagai kawasan sentra produksi Sulsel.

“Ini ada 6 buah yang selama ini menjadi produk buah sentra di Sulawesi Selatan, yaitu: buah durian, jeruk keprok, jeruk besar, manggis, dan pisang. Ini komoditi ini hampir tiap tahun juga menjadi komoditas unggulan dan bantuan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Sulsel maupun bantuan dari pemerintah pusat, terutama dari Kementerian Pertanian khususnya dari Ditjen Hortikultura, jelas Sarijuddin.

Meski demikian, pihak Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHBun) Sulsel mengakui bahwa kualitas benih masih menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi. Tanpa benih yang tersertifikasi dan berkualitas unggul, hasil panen petani sulit mencapai standar optimal yang dibutuhkan pasar.

Menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sulsel mengoptimalkan peran Balai Benih Tanaman Hortikultura di Bonto-Bonto sebagai pusat penyediaan bibit unggul. Balai ini secara aktif memproduksi benih berkualitas tinggi, termasuk pengembangan teknologi kultur jaringan untuk bibit pisang serta perbanyakan benih kentang dari generasi G1 hingga G3. Upaya ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan benih yang sehat dan produktif bagi para petani.

Di samping itu, penguatan sumber daya manusia di tingkat petani juga menjadi fokus perhatian yang tidak kalah penting. Pemprov Sulsel berencana memperbanyak bimbingan teknis guna mengubah pola pikir petani dalam merawat dan mengelola bantuan tanaman yang diberikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....